<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193</id><updated>2011-07-07T22:19:23.364-07:00</updated><category term='Kabar Nusantara'/><category term='Kesehatan'/><category term='Hikmah'/><category term='Zakat'/><category term='Kontak'/><category term='Dream'/><category term='Opini'/><category term='Percik'/><category term='Kisah'/><category term='Artikel Zakat'/><category term='Binis Online'/><category term='Album Kenangan'/><title type='text'>WIDYA BLOG</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-3170294550093798975</id><published>2009-06-17T19:54:00.001-07:00</published><updated>2009-06-17T20:22:30.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bisa "Merasa" untuk Empati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmxMgtaSeI/AAAAAAAAAII/WX94wlLiH1I/s1600-h/00Zg051JMih.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmxMgtaSeI/AAAAAAAAAII/WX94wlLiH1I/s320/00Zg051JMih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348500860976122338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan wajah kehidupan ini berbeda-beda. Ada yang miskin, ada pula yang kaya. Ada  yang  menjadi pemimpin, ada yang menjadi rakyat jelata. Semua ini tidak seharusnya  menjadikan kita punya kelas pemilah, yang membedakan antara yang satu dengan  yang lain. Melebarkan jarak antara si miskin dengan si kaya. Kenyataan ini mengetuk kesadaran kita untuk saling berbagi, saling mengasihi dan saling menebar empati, sebagaimana diajarkan Islam. Rosulullah SAW melukiskan, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta, kasih saying, dan kelembutan  mereka seperti satu tubuh, jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh  akan bergadang, tak dapat tidur dan  merasakan demam. “ (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran indah ini tentu saja tidak sulit untuk diwujudkan jika masing-masing individu punya kepekaan, kemampuan merasakan kekurangan orang lain, ketajaman mata hati melihat kondisi saudara seiman, khususnya yang berada di lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa merasa tak sekedar sebuah empati, tapi lebih mendasar lagi, ia adalah inti kesadaran dan puncak obyektivitas. Bila kebiasaan dan kecakapan diperlukan dalam hidup sebagai keterampilan, maka bisa “merasa” atau kebiasaan untuk merasa adalah sisi dalamnya, rohnya, sekaligusjiwanya. Seperti kisah tentang orang-orang yang kaya atau mampu. Kepada mereka tidak saja dianjurkan untuk bersedekah. Tetapi kemampuan dan kebiasaan bersedekah itu harus dilengkapi dengan mentalitas yang bersih. Seperti dijelaskan Allah dalam firmannya. “hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerimanya.” (QS : Al-Baqarah:264). Ayat di atas dengan jelas mengajarkan tentang pentingnya bisa “merasa”. Tidak sekedar “merasa” bisa. Bahwa bisa bersedekah itu baik. Tetapi kebiasaan bersedekah itu ternodai oleh ketidakmampuan “untuk merasa” maka akan rusak jadinya. Bisa merasa adalah kemampuan untuk memiliki tradisi kesadaran, menggunakan pikiran yang matang dan cara pandang yang obyektif. Kemampuan dan kebiasaan kita bersedekah, dalam contoh di atas, harus diiringi dengan kebiasaan untuk merasa, menyadari, bahwa sumber rezeki itu dari Allah. Bahwa penerima sedekah itu belum tentu orang yang lebih hina secara derajat ketaqwaan dari pada kita, bahwa seberapa pun besar sedekah kita, kita harus menyadari betapa kita bukan segala-segalanya. Peka. Punya daya sensitivitas dalam diri. Tapi ini bukan dalam konotasi negative. Dalam kehidupan ini, kita harus senantiasa banyak menoleh kepada diri, melihat kedalam, jauh ke lubuk hati. Bercermin pada sikap, perilaku, kemampuan, dalam banyak waktu, kesempatan dan keadaan. “binasalah seseorang yang tak mengerti kadar kemampuan dirinya, begitu kata orang bijak. Sensitivitas dalam arti kemampuan merasa adalah modal yang dapat mengontrol dan mengevaluasi kekurang-kekurangan yang seringkali tertutup oleh rasa percaya diri yang terlalu tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa “merasa” artinya bagaimana kita selalu berada dalam kesadaran penuh, kesadaran maksimal dan kehidupan seorang muslim. Ia adalah puncak kesadaran, tidak sekedar empati. Pusat sumber “bisa merasa” ada di dalam kejujuran jiwa, ketulusan hati, dan keberanian kita untuk mengikuti suara hati yang bersih. Lalu, disepanjang hari-hari kita yang penat,cobalah kita bertanya, mengapakah kita gagal, mengapa pula kita sukses? Semoga kita tidak keliru dengan hanya mendasari segalanya pada falsafah “merasa bisa” tanpa pernah “bisa merasa” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-3170294550093798975?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/3170294550093798975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=3170294550093798975&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3170294550093798975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3170294550093798975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/06/bisa-merasa-untuk-empati.html' title='Bisa &quot;Merasa&quot; untuk Empati'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmxMgtaSeI/AAAAAAAAAII/WX94wlLiH1I/s72-c/00Zg051JMih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5846150835204262540</id><published>2009-06-17T19:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T20:16:01.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmxMgtaSeI/AAAAAAAAAII/WX94wlLiH1I/s1600-h/00Zg051JMih.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmxMgtaSeI/AAAAAAAAAII/WX94wlLiH1I/s320/00Zg051JMih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348500860976122338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan wajah kehidupan ini berbeda-beda. Ada yang miskin, ada pula yang kaya. Ada  yang  menjadi pemimpin, ada yang menjadi rakyat jelata. Semua ini tidak seharusnya  menjadikan kita punya kelas pemilah, yang membedakan antara yang satu dengan  yang lain. Melebarkan jarak antara si miskin dengan si kaya. Kenyataan ini mengetuk kesadaran kita untuk saling berbagi, saling mengasihi dan saling menebar empati, sebagaimana diajarkan Islam. Rosulullah SAW melukiskan, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta, kasih saying, dan kelembutan  mereka seperti satu tubuh, jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh  akan bergadang, tak dapat tidur dan  merasakan demam. “ (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran indah ini tentu saja tidak sulit untuk diwujudkan jika masing-masing individu punya kepekaan, kemampuan merasakan kekurangan orang lain, ketajaman mata hati melihat kondisi saudara seiman, khususnya yang berada di lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa merasa tak sekedar sebuah empati, tapi lebih mendasar lagi, ia adalah inti kesadaran dan puncak obyektivitas. Bila kebiasaan dan kecakapan diperlukan dalam hidup sebagai keterampilan, maka bisa “merasa” atau kebiasaan untuk merasa adalah sisi dalamnya, rohnya, sekaligusjiwanya. Seperti kisah tentang orang-orang yang kaya atau mampu. Kepada mereka tidak saja dianjurkan untuk bersedekah. Tetapi kemampuan dan kebiasaan bersedekah itu harus dilengkapi dengan mentalitas yang bersih. Seperti dijelaskan Allah dalam firmannya. “hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerimanya.” (QS : Al-Baqarah:264). Ayat di atas dengan jelas mengajarkan tentang pentingnya bisa “merasa”. Tidak sekedar “merasa” bisa. Bahwa bisa bersedekah itu baik. Tetapi kebiasaan bersedekah itu ternodai oleh ketidakmampuan “untuk merasa” maka akan rusak jadinya. Bisa merasa adalah kemampuan untuk memiliki tradisi kesadaran, menggunakan pikiran yang matang dan cara pandang yang obyektif. Kemampuan dan kebiasaan kita bersedekah, dalam contoh di atas, harus diiringi dengan kebiasaan untuk merasa, menyadari, bahwa sumber rezeki itu dari Allah. Bahwa penerima sedekah itu belum tentu orang yang lebih hina secara derajat ketaqwaan dari pada kita, bahwa seberapa pun besar sedekah kita, kita harus menyadari betapa kita bukan segala-segalanya. Peka. Punya daya sensitivitas dalam diri. Tapi ini bukan dalam konotasi negative. Dalam kehidupan ini, kita harus senantiasa banyak menoleh kepada diri, melihat kedalam, jauh ke lubuk hati. Bercermin pada sikap, perilaku, kemampuan, dalam banyak waktu, kesempatan dan keadaan. “binasalah seseorang yang tak mengerti kadar kemampuan dirinya, begitu kata orang bijak. Sensitivitas dalam arti kemampuan merasa adalah modal yang dapat mengontrol dan mengevaluasi kekurang-kekurangan yang seringkali tertutup oleh rasa percaya diri yang terlalu tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa “merasa” artinya bagaimana kita selalu berada dalam kesadaran penuh, kesadaran maksimal dan kehidupan seorang muslim. Ia adalah puncak kesadaran, tidak sekedar empati. Pusat sumber “bisa merasa” ada di dalam kejujuran jiwa, ketulusan hati, dan keberanian kita untuk mengikuti suara hati yang bersih. Lalu, disepanjang hari-hari kita yang penat,cobalah kita bertanya, mengapakah kita gagal, mengapa pula kita sukses? Semoga kita tidak keliru dengan hanya mendasari segalanya pada falsafah “merasa bisa” tanpa pernah “bisa merasa” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5846150835204262540?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5846150835204262540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5846150835204262540&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5846150835204262540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5846150835204262540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/06/allah-menciptakan-wajah-kehidupan-ini.html' title=''/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmxMgtaSeI/AAAAAAAAAII/WX94wlLiH1I/s72-c/00Zg051JMih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-4263064628877606226</id><published>2009-06-17T19:50:00.001-07:00</published><updated>2009-06-17T20:23:53.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>HARAPAN DIBALIK PERDA ZAKAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmsHVDQP3I/AAAAAAAAAIA/u5S3e_jNCNc/s1600-h/001c052SkIo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmsHVDQP3I/AAAAAAAAAIA/u5S3e_jNCNc/s320/001c052SkIo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348495274389028722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat pertentangan alot dari Fraksi Damai Sejahtera serta Aliansi Nasional di dalam pembahasan perda pengelolaan zakat di Kota Batam, akhirnya perjuangan panjang sejak kurun 2005 perda zakat ini disiapkan telah menuai keberhasilannya saat diketok palu oleh Ketua DPRD Kota Batam tanda disahkannya Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat di Kota Batam pada tanggal 27 Maret 2009.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Apa yang menarik dari perda zakat Kota Batam ini? Dari sisi perangkat hukum, pengelolaan zakat di Indonesia memang telah mendapat payung hukum berupa undang-undang yaitu nomor 38 tahun 1999. Namun demikian, efektifitas Undang-undang ini belum cukup kuat mengikat karena pemerintah belum mengeluarkan PP-nya, kecuali penjelasan dan juknisnya yang dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Agama No. 373, dan Keputusan Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji No. D581. Disinilah urgensinya perda zakat ini lahir untuk menjawab sekaligus mengakomodir kepentingan lokal kota Batam terhadap eksistensi pengelolaan zakat. Beberapa hal yang bisa dikemukakan disini, diantaranya:&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, aspek legitimasi dan legalitas pengelola zakat di Kota Batam. Menurut Undang-undang dan perda pengelolaan zakat tersebut, pengelolaan zakat hanya boleh dilakukan oleh Badan Amil Zakat atau BAZ sebuah badan yang dibentuk dan di SK-kan oleh pemerintah baik di tingkat pusat (nasional), propinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan, dan Lembaga Amil Zakat atau LAZ sebuah lembaga yang dibentuk atas prakarsa masyarakat dan mendapat pengukuhan dari pemerintah setempat baik nasional maupun propinsi/kota. Artinya, legitimasi kedua institusi pengelola zakat tersebut semakin kokoh di tingkat lokal Kota Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya Perda tentang pengelolaan zakat ini nantinya harus mampu meningkatkan perolehan zakat dari masyarakat baik melalui BAZ atau LAZ minimal bisa 60 miliar per-tahun (target minimal dari seratus ribu pekerja muslim dengan zakat perbulan lima puluh ribu saja, belum sektor lainnya). Hal ini sangat memungkinkan, bila perda pengelolaan zakat nantinya bisa mengikat kepada sektor wajib zakat dan pemberian otoritas kepada BAZ/LAZ menjadi operatornya. Catatan dari Depag Kota Batam, perolehan dana zakat di kurun 2008 baru mencapai 20miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dengan ditegaskannya kembali di dalam perda tersebut bahwa pembayaran zakat kepada institusi zakat yang disahkan oleh pemerintah dapat mengurangi jumlah kewajiban penghasilan, maka harapannya ini sudah harus diimplementasikan baik oleh direktorat pajak sendiri maupun pemerintah, perusahaan swasta, dan umat Islam, untuk tidak ragu lagi di dalam pembayaran zakat maupun pajak. Sehingga tidak perlu lagi dipersoalkan soal kewajiban pembayaran pajak maupun zakat terutama bagi umat Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang dalam beberapa hal, di dalam perda pengelolaan zakat ini belum diatur seperti soal sangsi bagi wajib zakat yang tidak membayarkan kewajiabnnya, akreditasi lembaga zakat agar tidak terjadi penyalahgunaan institusi zakat untuk kepentingan pribadi, pemisahan yang tegas terhadap fungsi regulasi, supervisi dan operasi dari beberapa institusi yang sama-sama mengelola zakat semisal BAZ Propinsi dengan BAZ Kota Batam, juga dengan BAZ di tingkat kecamatan. Namun demikian, umat Islam layak menyambut baik dan mendukung secara aktif  pelaksanaan Perda pengelolaan zakat ini agar pertumbuhan perolehan dana zakat meningkat secara signifikan, yang pada gilirannya kaum dhuafa yang mayoritas adalah umat Islam dapat disejahterakan melalui program-program dari badan/lembaga zakat yang ada di Kota Batam. Agaknya, PR kita masih banyak dan panjang perjalanannya. (Ir. Moch Arief)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu’alam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-4263064628877606226?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/4263064628877606226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=4263064628877606226&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4263064628877606226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4263064628877606226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/06/harapan-dibalik-perda-zakat.html' title='HARAPAN DIBALIK PERDA ZAKAT'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjmsHVDQP3I/AAAAAAAAAIA/u5S3e_jNCNc/s72-c/001c052SkIo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-2718173580411208326</id><published>2009-06-16T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T20:08:09.950-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>TERPURUK DAN BANGKIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/Sjhd5f4YxVI/AAAAAAAAAH4/lUn9-WevAxs/s1600-h/2religionislam3.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/Sjhd5f4YxVI/AAAAAAAAAH4/lUn9-WevAxs/s320/2religionislam3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348127799894394194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tidaklah muncul karya-karya orang-orang besar, melainkan di tengah-tengah kesulitan dan kerja keras. “ (Syaikh Muhammad Al-Ghazali Rahimahullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpuruk dan bangkit adalah warna yang melengkapi wajah kehidupan setiap kita. Terlepas sedalam atau sedangkal apa keterpurukan itu, setiap kita setidaknya pernah gagal, pahit atau bahkan terjengkang dari arena kompetisi hidup yang keras ini. Di antara karunia terbesar yang diberikan Allah kepada manusia, adalah potensinya untuk bangkit setelah mengalami keterpurukan. Maka bangkit adalah anugerah. Tetapi bangkit dalam praktik adalah wilayah ikhtiar yang memerlukan spirit, ketangguhan dan juga cara pandang yang jernih. Bangkit tak akan bisa terasakan manis tanpa pembanding: pahitnya terpuruk. Keterpurukan adalah warna hidup yang tak dapat kita hindari. Ia bias saja, terduga ataupun tak terduga, karena memang hidup ini bukan kita yang mengatur, tetapi Dzat Yang Maha Menggenggam. Dialah yang menata segalanya, sesuka Nya. Kita ini hanya bias merancang, tetapi Dia yang membuat keputusan. Kita berkeinginan, tetapi Dia yang mewujudkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur’an Allah SWT menegaskan, “Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.  dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan  orang yang Engkau kehendaki. Dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu. (QS.Ali Imran : 26). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, adakalanya kita berada di atas, ada kalanya pula kita terlempar ke bawah. Tidak ada kemapanan yang permanent; terus menerus di puncak. Hidup ini berada diantara dua keadaan itu. Terserah Sang Pemilik Kehidupan, di mana dan seperti apa kita akan di tempatkan hari ini dan hari esok. Kita hanya bias melakukan hal-hal yang bisa terjangkau dan di dalam control manusia. Namun keterpurukan kadang pula dating karena kita “mengundangnya” yaitu ketika dengan sengaja meninggalkan ketaatan kepada Nya, dan kerap menganiaya diri sendiri dengan banyak melakukan kesalahan. Allah SWT menegaskan, “ Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An Nisa:79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterpurukan adalah inspirasi untuk bangkit dengan iman dan kemauan untuk bergerak. Kita harus mempunyai sikap lebih bijak, agar keterpuukan yang kita alami adalah pembelajaran hidup kita untuk lebih dewasa mentadaburkan kasih saying Allah SWT.  (widya sumber: tarbawi)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-2718173580411208326?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/2718173580411208326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=2718173580411208326&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2718173580411208326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2718173580411208326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/06/terpuruk-dan-bangkit.html' title='TERPURUK DAN BANGKIT'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/Sjhd5f4YxVI/AAAAAAAAAH4/lUn9-WevAxs/s72-c/2religionislam3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-6113898522554564172</id><published>2009-06-15T02:28:00.001-07:00</published><updated>2009-06-15T02:34:25.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Subhanallah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjYVWiY7o4I/AAAAAAAAAHw/RHvlKx4N2CM/s1600-h/001e052SkIo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjYVWiY7o4I/AAAAAAAAAHw/RHvlKx4N2CM/s320/001e052SkIo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347485084481725314" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah begitu besar kuasa Mu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-6113898522554564172?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/6113898522554564172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=6113898522554564172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6113898522554564172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6113898522554564172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/06/subhanallah.html' title='Subhanallah'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SjYVWiY7o4I/AAAAAAAAAHw/RHvlKx4N2CM/s72-c/001e052SkIo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-24554592662908821</id><published>2009-05-13T05:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T05:15:47.702-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kembali Ke Blog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/Sgq5k7k8ZUI/AAAAAAAAAHo/50CgotDq3t4/s1600-h/islam15.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 169px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/Sgq5k7k8ZUI/AAAAAAAAAHo/50CgotDq3t4/s320/islam15.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335280752692847938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, saat ini saya kembali lagi nulis di Blog. kemarin sibuk terus dengan aktivitas kantor. sehingga tidak ada waktu lagi buat bikin tulisan. Alhasil kemampuan menulisnya jadi berkurang dech. sekarang ini saya akan kembali menulis dan menulis. saya ingin mengispirasi banyak orang dengan goresan dan catatan saya. karena menulis bagiku adalah jiwa kedua untuk menorehkan stasiun kenangan yang terindah hingga ujung usiaku&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah berikan hamba kekuatan untuk terus berkarya dan berbagi bagi siapapun. agar jasad ini dikenang harum ketika berpisah dari ruh nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-24554592662908821?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/24554592662908821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=24554592662908821&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/24554592662908821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/24554592662908821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/05/kembali-ke-blog.html' title='Kembali Ke Blog'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/Sgq5k7k8ZUI/AAAAAAAAAHo/50CgotDq3t4/s72-c/islam15.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-3429180206148477519</id><published>2009-04-26T04:00:00.001-07:00</published><updated>2009-04-26T04:06:19.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>OBSESI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SfQ_78wU_wI/AAAAAAAAAHg/f-lVj8f1Bvo/s1600-h/islam15.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SfQ_78wU_wI/AAAAAAAAAHg/f-lVj8f1Bvo/s320/islam15.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328954558239801090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, segala obsesi kita harus dimuarakan untuk mengharap ridha Allah, surga dan ampunan-Nya. Tetapi pada prakteknya, pada format duniawinya, pilihan-pilihan peran yang mewadahi obsesi-obsesi itu tidak bisa diseragamkan. Sebab, hidup ini bukan satu warna dan satu rasa. Keseragaman dan peran tunggal dalam hubungan social mustahil terjadi. Peran yang berbeda, menjadikan manusia bisa saling memenuhi kebutuhan hidupnya dalam harmoni yang indah. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT sendiri menegaskan, ”setiap orang bekerja sesuai syakilahnya.” (QS Al-Isra : 84). Disini, didalam rumah keimanan, sebuah obsesi dan kehendak besar, menegaskan diri kita sebagai nilai keberartian di dunia dan akhirat adalah obsesi yang bisa diformulakan dalam bentuk pekerjaan, karya dan juga jerih payah. Pada setiap jalur kehidupan yang halal, wajib dan sunah, ada berjuta pekerjaan dan perilaku yang bisa menjadi baju bagi obsesi-obsesi itu. Menjadi karyawan, guru, mahasiswa, pedagag dan yang lain, semuanya bisa menjadi tempat persinggahan bagi cita-cita besar dan kehendak yang terus membara. Obsesi itu harus kita kejar. Sependek atau sepanjang apapun waktu yang kita perlukan. Sampai tak ada yang bisa menghalangi obsesi itu kecuali kematian. Mungkin diantara kita telah memiliki obsesinya masing-masing. Mungkin yang lain tengah mencari. Mungkin yang lain lagi tengah menanti saat-saat yang tepat. Tapi momentum itu sesungguhnya bisa hadir setiap saat, dari keseharian kita yang mungkin biasa-biasa saja, namun jika kita berani mengambil keputusan dari sebuah obesesi yang tanpa seremoni tapi bisa mengubah arah hidup kita dan memiliki jaminan hidup di akhirat yang nyaman, berarti kita telah bisa memetakan obsesi.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-3429180206148477519?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/3429180206148477519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=3429180206148477519&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3429180206148477519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3429180206148477519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/04/obsesi.html' title='OBSESI'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SfQ_78wU_wI/AAAAAAAAAHg/f-lVj8f1Bvo/s72-c/islam15.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-8104860752345145663</id><published>2009-01-19T20:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T20:49:44.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'></title><content type='html'>Alangkah luas dunia ini. Tempat setiap kita bisa menjalani hidup dan memilih dengan sadar arah dan tujuan kita. Tetapi segalanya tidak berakhir disini. Tapi disana, di akhirat kelak. Saat kita akan ditanya, apa yang telah kita persembahkan untuk kehidupan yang abadi itu?&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hidup memang takdir. Tetapi menjalani hidup secara baik adalah pilihan. Di sini kita berpacu dengan waktu dan ketikpastian. Termasuk ketidakpastian kematian. Bukan matinya yang tidak pasti, tapi waktu dan saatnya yang tidak pernah kita ketahui. Maka, memiliki amalan unggulan adalah sebantuk usaha kita memaksimalkan bekal, di tengah keterbatasan waktu dan ketidakjelasan umur. Mari sejenak kita menimbang, tentang diri kita. Sejauh mana kita telah berbuat. Sebab suatu hari kita akan berhenti, disana, di tempat segala perbuatan dihitung dan di tanyakan. Maka disini, selagi kita masih ada kehidupan, bertanyalah kita, tentang diri kita sendiri. Agar kemudian kita bisa mengerti, adakah kita punya amal unggulan atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-8104860752345145663?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/8104860752345145663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=8104860752345145663&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8104860752345145663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8104860752345145663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2009/01/alangkah-luas-dunia-ini.html' title=''/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-7426402541578325573</id><published>2008-12-15T21:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T21:51:22.559-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Nusantara'/><title type='text'>JARANG MANDI, JAMAAH HAJI MADURA DEMO</title><content type='html'>Written by widodo (Wartawan Tribun Batam)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selasa, 16 Desember 2008 &lt;br /&gt;Jakarta, Tribun- Sejumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya, yang tergabung dalam kelompok terbang 71 protes sudah seminggu jarang mandi lantaran pasokan air macet. Jemaah asal Sumenep, Madura, yang tinggal di maktab (pemondokan) 417 sektor 4 di Aziziyah Junubiyah, Mekkah,  unjuk rasa ke pemilik maktab. Ketua rombongan kloter 71, Abdur Razak, air wudlu tidak tersedia setiap mau salat. Untuk mandi terpaksa pergi ke masjid yang jaraknya lumayan jauh.&lt;br /&gt;Sudah berulang kali komplain ke pemilik maktab, tapi ditanggapi dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menduga pemilik maktab sengaja ngirit air untuk mendapat  keuntungan  besar. "Kami hampir satu minggu tidak mendapat air. Kamar mandi jorok dan kotor, makanya kami demo," ungkap Razak seperti dilaporkan Media Center Haji di Mekah, Selasa (16/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razak mengatakan, banyak jemaah yang tak sabar dengan kondisi ini. Sebagian mengancam akan terus protes meminta disediakan maktab baru jika sampai besok pagi, Rabu (17/12), tidak ada jamina air lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Daerah Kerja Jemaah Haji Indonesia di Mekah, Cepi Supriatna, mengaku sudah menugaskan bawahannya bidang perumahan untuk menyelesaikan masalah tersebut. "Pengelola maktab tampaknya memang mengatur pengunaan air agar tidak boros," tuturnya.(TEMPO)&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-7426402541578325573?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/7426402541578325573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=7426402541578325573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7426402541578325573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7426402541578325573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/12/jarang-mandi-jamaah-haji-madura-demo.html' title='JARANG MANDI, JAMAAH HAJI MADURA DEMO'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-2681564605472282578</id><published>2008-12-08T23:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T00:46:00.776-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>QURBAN DSNI AMANAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/ST4wCm4b5YI/AAAAAAAAAHE/IJyG84HJw7s/s1600-h/dscf1973.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/ST4wCm4b5YI/AAAAAAAAAHE/IJyG84HJw7s/s320/dscf1973.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277708634679928194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Qurban di pulau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raih 114 kambing dan 16 Sapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seperti hal nya tahun lalu, helat Tebar Hewan Qurban Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah memprioritaskan distribusi qurban nya ke daerah hinterland. Alasannya karena Daerah tersebut termasuk daerah yang sangat jarang mengkonsumsi daging. Para  Pequrban baik dari Batam maupun dari Singapura pun rata-rata memilih wilayah hinterland untuk  sasaran qurban. Selain punya nuansa wisata karena keindahan pulaunya, berqurban di pulau juga dapat menyaksikan langsung program pemberdayaan masyarakat yang di gagas oleh Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 ini, DSNI Amanah telah berhasil menghimpun hewan qurban sebanyak 114 Kambing dan 16 Sapi. Wilayah hinterland yang menjadi sasaran distribusi  Qurban DSNI Amanah adalah Pulau Tanjung Kelilingking, Tanjung Melagan, Pulau Sembur,  pulau Dadap, Sembulang, Mubut, Kampung Baru dan Pulau Karas . jumlah hewan yang di distribusi sebayak 21 Kambing dan 5 Sapi. Sementara itu, untuk di wilayah kota Batam, Qurban DSNI Amanah di laksanakan di Masjid Nurul Iman. Hewan yang di qurbankan di distribusi ke seluruh wilayah batam. Mulai masjid, yayasan, sekolah, warga di sekitar kawasan dan mustahik DSNI Amanah. Jumlah distribusi di batam sebanyak 2644 bungkus dari 17 kambing dan 6 Sapi. Selain itu, DSNI Amanah menggagas infaq qurban untuk program Budi Daya Ternak Sehat (BTS).  Yang saat ini telah berjalan dengan 100 ekor kambing di daerah tembesi. Pada hari raya qurban, pemilik membeli kembali hewan tersebut dengan membayar selisih berat hewan sebagai infaq. Sementara yang ketiga dalam bentuk investasi qurban. Yaitu Induk hewan dikelola oleh unit budidaya DSNI Amanah. Donatur menerima secara rutin satu hewan qurban/tahun mulai tahun ke 3. hasil budidaya lainnya di gunakan untuk  program DSNI Amanah. Adapun lokasi program Budi Daya Ternak Sehat terdapat di beberapa wilayah. Untuk program plasma dan penggemukan (percontohan). Di daerah tembesi untuk program budi daya dan program investasi qurban (Unit Budi Daya DSNI Amanah).  Dan di kawasan hinterland di pulau Air Saga, Pulau Abang untuk program Plasma dan Penggemukan dan pengembangan. Di daerah  pulau ini merupakan kolaborasi dengan Program Pemberdayaan Desa Pantai. Sasaran program Budi Daya Ternak Sehat adalah mengembangkan seumber Mata Pencaharian Alternatif (MPA) masyarakat. Sebagai media sinergi antara Donatur/stakeholder dengan DSNI Amanah dan binaannya. Mengembangkan sumber-sumber terbak mandiri untuk kebutuhan Masyarakat, keluarga kurang mampu di pulau Batam dan Kawasan hinterland bedasarkan hasil verifikasi DSNI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-2681564605472282578?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/2681564605472282578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=2681564605472282578&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2681564605472282578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2681564605472282578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/12/qurban-dsni-amanah.html' title='QURBAN DSNI AMANAH'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/ST4wCm4b5YI/AAAAAAAAAHE/IJyG84HJw7s/s72-c/dscf1973.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-3865223533910505800</id><published>2008-12-03T18:42:00.001-08:00</published><updated>2008-12-03T19:20:03.313-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Zakat'/><title type='text'>Hari ini Lembagaku Ulang tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STdKGvJRbgI/AAAAAAAAAGc/wnXh4BJTs6M/s1600-h/MTR_1570.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STdKGvJRbgI/AAAAAAAAAGc/wnXh4BJTs6M/s320/MTR_1570.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275766968082853378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen DSNI Amanah level Direktur dan Manager. Dari kiri ke kanan: Bimo T Prasetyo, Marzuki, Moch Arief, Cahyo Budi Santoso, Favorita Sri Lestari, Widyawati M Nasir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tangan2 mungil terampil meraut dan menimbang, dengan senyum yang mengembang kita percaya, masa depan terbentang. Bila kita memberi, sesungguhnya kita menerima. Bila kita menolong, sesungguhnya kita di tolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo berbagi tawa, untuk mengusir kesedihan. Ayo berbagi tangis untuk mensyukuri nikmat Allah pemilikilik segalanya.  Mari temukan keindahan berbagi bersama kami...&lt;br /&gt;Slogan di atas sangat mewakili kiprah Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah sebagai lembaga pengelola zakat yang memprioritaskan pemberdayaanya untuk lokal Batam yang kini telah berusia 7 tahun menjadi sahabat masyarakat Batam.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari institusi berbasis Remaja Masjid dengan aktivitas Gerakan Infaq Terpadu Masjid Nurul Islam yang terletak di sebuah Kawasan Industri Batamindo Muka Kuning Batam yang kini telah menjelma menjadi sebuah Lembaga  Amil Zakat yang berkhidmat di pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang. Mulai pendidikan, ekonomi, kesehatan, social dan masyarakat. Di awal kiprahnya mengelola zakat, DSNI Amanah di bawah kepemimpinan Ir. Moch Arief mengokohkan institutional bulding, memperkokoh bangunan lembaga dan menanamkan budaya korporat  yang tidak sebentar, berkeringat dan syarat resiko. Pada fase ini, Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah merangkum segala kekuatan melalui sinergi dengan berbagai perusahaan dan lembaga untuk memperkuat misi pengabdian kepada masyarakat dengan menggagas beberapa program pemberdayaan. Jangkauannya mulai di perluas. Tidak hanya di dalam kota batam, tapi meluas hingga ke wilayah pulau. Tahun 2000 program pemberdayaan pantai mulai di usung dengan menempatkan dai untuk di 33 titik pulau. Program ini banyak menuai kemanfaatan yang baik. Anak-anak pulau mulai bisa baca Alqur’an dan penduduk dipulau sudah memahami nilai penting dari beribadah. Meski kisah sang Dai tidak semulus harapan ketika ia bertandang ke pulau batam dari daerah daratan. Namun banyak hikmah yang bisa ia syukuri. Di sepaanjang perjalanan  kiprahnya para amil zakat DSNI Amanah selama 7 tahun, mulai menapaki fase-fase perubahan. Target penghimpunan yang diraih, terus ditingkatkan. Karena penghimpunan yang ada, jelas tidak banyak menyelesaikan persoalan kemiskinan di Batam.  Angka penghimpunan 3,5 milyar pun akhirnya dapat di raih dengan segala inovasi. meski menguras keringat para amil zakat yang syarat kompleks dan multi pihak. Mengemban misi bagaimana melawan kemiskinan dengan dukungan sebanyak-banyaknya pihak dengan biaya yang ringan. Ceruk-ceruk penghimpunan dimaksilmalkan dengan berbagai sosialisasi di radio, koran dan setahun ini telah punya tayangan khusus di televisi bertajuk Zakat untuk Kehidupan. Kampanye zakat, road show, seminar dan pelatihan terus dilakukan tanpa henti. Alhasil donaturnya kini telah berjumlah 7000 orang dari berbagai kalangan. Baik secara individu maupun perusahaan. Bahkan DSNI Amanah juga membentuk Satuan Pengelola Zakat (SPZ) dengan berbagai masjid, majelis taklim dan sekolah-sekolah yang berada di wilayah Batam. Sebagai bentuk transparansi lembaga, DSNI Amanah telah di audit oleh Akuntan Public dengan hasil wajar untuk semua material. Lembaga yang berlokasi di Kawasan industri Batamindo ini juga telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2000 dari UKAS Singapura.  Berbagai program pemberdayaan pun jadi beragam. Dari bantuan sosial rutin setiap hari, Kemandirian Ekonomi Insani , Bina Mitra Lembaga, Infaq Produktif, Bea Siswa,  Angkutan Pelajar Gratis, Sehat Dhuafa, Program Sehat Veteran hingga saat ini tengah  melaksanakan Budi Daya Ternak Sehat (BTS). Program  ini menggandeng  CSR Perusahaan PT Batamindo Invesment Cakrawala dan PT Indosat. Program yang unggulan tahun 2008 ini di semangati oleh pertanyaan bagaimana menumbuhkan mata pencaharian tambahan keluarga para dhuafa, bagaimana bisa memudahkan para donatur yang ingin berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu  dalam bentuk pemberdayaan. Tujuan di gagas BTS ini adalah mengelola dana masyarakat yang telah terkumpul dari dana Zakat, Infaq, wakaf dan hibah. Sebagai bentuk kemudahan layanan, DSNI Amanah bersinergi dengan PT Telkom dalam bentuk SMS Infaq melalui flexi. Layanan untuk mustahik dan mitra semakin disempurnakan. Seiring dengan keinginan, aspirasi serta kebutuhan mereka. Pertemuan rutin dengan donatur dilakukan secara berkala. Termasuk bagaimana para donatur bisa dengan mudah menunaikan infaqnya melalui berbagai cara. Jemput Zakat, Transfer melalui Rekening dan Auto Debet melalui Bank. DSNI Amanah mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada seluruh mitra atas apresiasi yang telah di berikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-3865223533910505800?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/3865223533910505800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=3865223533910505800&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3865223533910505800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3865223533910505800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/12/hari-ini-lembagaku-ulang-tahun.html' title='Hari ini Lembagaku Ulang tahun'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STdKGvJRbgI/AAAAAAAAAGc/wnXh4BJTs6M/s72-c/MTR_1570.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-4268183939852320769</id><published>2008-12-02T01:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T02:06:30.567-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percik'/><title type='text'>Catatan Senja Hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STUDzYSo5XI/AAAAAAAAAGM/AVLPUEnN2wE/s1600-h/1059611366_8485716b12_m.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STUDzYSo5XI/AAAAAAAAAGM/AVLPUEnN2wE/s320/1059611366_8485716b12_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275126719763244402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Photo karya Hasan Zhu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah sebuah bentangan jalan yang akan berakhir. Kematian pasti terjadi, siapapun kita. Sebesar apapun kuasa dan jabatan kita. Seluas apapun milik kita. Sekuat apapun perlindungan kita. Begitu mahalnya nilai hidup. Karena itu, setiap orang harus memberi pilihan yang tepat untuk mengisi hidup. Pilihan dalam hiduplah yang akan menentukan kemana kita nantinya. Pilihan hidup juga yang akan menentukan kemana kita nantinya. Dan pilihan hidup juga yang akan menetapkan seluruh akibat yang harus kita jalani nantinya. Hari ini, ketika kita membaca uraian ini, kumpulan hari, bulan, dan tahun berputar terus tanpa pernah kembali lagi. Setiap hari umur bertambah, usia berkurang. Hal itu berarti kematian makin dekat. Tak ada pilihan lain, kecuali kita harus memilih jalan hidup yang benar.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-4268183939852320769?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/4268183939852320769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=4268183939852320769&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4268183939852320769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4268183939852320769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/12/catatan-senja-hari.html' title='Catatan Senja Hari'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STUDzYSo5XI/AAAAAAAAAGM/AVLPUEnN2wE/s72-c/1059611366_8485716b12_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-1487537312570980194</id><published>2008-12-01T22:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T22:45:11.040-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percik'/><title type='text'>Tentang Kesulitan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STTYdw14ykI/AAAAAAAAAGE/x9mo1NOM_2Q/s1600-h/795086728_af85d33857_m.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STTYdw14ykI/AAAAAAAAAGE/x9mo1NOM_2Q/s320/795086728_af85d33857_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275079069396421186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                   Photo ini hasil karya Hasan Zhu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sejanak bertanya pada diri ini. Mengapa dalam hidup harus ada kesulitan? Agar kemudahan menjadi punya nilai dan makna. Mengapa dalam hidup harus ada kesulitan? Agar kemudahan menantang untuk dicari, dikejar, dan akhirnya dinikmati. Kesulitan adalah nuansa fluktuatif kehidupan. Yang seharusnya menambah indah suasana hidup ini. Agar tidak membosankan. Karena watak manusia selalu bosan dengan satu susana yang tidak pernah berubah. Bukannya kita menentang kesulitan untuk datang. Tetapi, karena kesulitan itu suatu kepastian. Hingga kita dituntut untuk bisa bersikap positif dalam menghadapinya. Semua yang diciptakan Allah selalu mimiliki makna. Tidak ada yang sia-sia semuanya menyiratkan pelajaran berharga. Menyimpan rahasia yang tidak luput dari sifat kasih sayang Allah untuk hamba-hambaNya. Maka, inilah ungkpan positif yang selalu keluar dari fikiran dan ucapan seorang hamba yang beriman. ” ya Allah, tidaklah sia-sia apa yang telah Engkau ciptakan,maha suci engkau. Maka jauhkanla kami dari api neraka ”. (Ali Imran:191). &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-1487537312570980194?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/1487537312570980194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=1487537312570980194&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/1487537312570980194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/1487537312570980194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/12/tentang-kesulitan.html' title='Tentang Kesulitan'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/STTYdw14ykI/AAAAAAAAAGE/x9mo1NOM_2Q/s72-c/795086728_af85d33857_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5045634873132393261</id><published>2008-11-25T02:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T02:37:04.311-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dream'/><title type='text'>Mobil Impian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSvT03J6RcI/AAAAAAAAAFY/3XOtex6zuVw/s1600-h/honda-jazz1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSvT03J6RcI/AAAAAAAAAFY/3XOtex6zuVw/s320/honda-jazz1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272540693879473602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Honda Jazz. ini mobil impian saya.warnanya ungu. targetnya tahun 2010 saya sudah punya mobil lni.saya punya alasan yang kuat kenapa harus punya mobil ini.saya harus focus kepada impian ini dan mengusahakannya sampai benar-benar terwujud. saya punya keyakinan yang kuat untuk meraihnya.saya harus berusaha keras dan memohon kepada Allah agar keajaiban mimpiku tergapai.keajaiban mimpi itu ketika sudah menjadi kenyataan. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5045634873132393261?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5045634873132393261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5045634873132393261&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5045634873132393261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5045634873132393261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/11/mobil-impian.html' title='Mobil Impian'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSvT03J6RcI/AAAAAAAAAFY/3XOtex6zuVw/s72-c/honda-jazz1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-6594516165454587494</id><published>2008-11-24T02:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T02:41:50.075-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Zakat'/><title type='text'>Kemenangan Zakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSqEmhdoSbI/AAAAAAAAAFQ/g4F98O58V2M/s1600-h/CA4D60YF.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 78px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSqEmhdoSbI/AAAAAAAAAFQ/g4F98O58V2M/s320/CA4D60YF.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272172111143127474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh umat islam yang berpuasa, pasti merasakan kemenangan yang tak terlukiskan oleh apapun. Kenangan-kenangan saat Ramadhan menjadi warna kemenangan saat idul fitri tiba. Ramadhan yang telah dilalui dengan hiruk pikuk kebaikan dan keutamaannya mengantarkan sebuah kemenangan saat bulan pengampunan tiba. Bulan yang menjadikan Fitrah bagi setiap muslim yang berpuasa dan mendapatkan Rahmat Nya. Disetiap pelosok desa, Idul Fitri menjadi momen khusus bagi setiap muslim. Ada kedekatan antara si kaya dan si miskin. Ada kebrsamaan, senyum tulus dan saling memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bagi seorang muslim, Idul Fitri membawa hikmah besar. Yaitu sebuah kemenangan yang bukan sesaat. Namun kemenangan yang harus membekas disetiap sukma dan sanubari seorang muslim. Kebaikan-kebaikan yang telah di pahat selama bulan Ramadhan. Dari sisi ibadah, kemanangan untuk melakukan shalat  wajib dan shalat sunnahnya, membaca Alqur’an, berdzikir dan bermuhasabah kepada Allah SWT. Begitupun ketika kita berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan fakir miskin. Mengeluarkan zakat dari harta yang kita miliki untuk senyum para dhuafa dalam hidupnya. Karena dengan berzakat, seluruh anak-anak di pelosok desa bisa mengecap manisnya Idul Fitri. Jika keseharian mereka tak sekerat daging pun ia temui, kini ia pun bisa merasakan semangkok opor ayam dari sang dermawan yang menunaikan zakatnya. Kebahagiaannya tergambar dari raut wajah mereka yang tak disangka-sangka mendapatkan bingkisan istimewa yang berisi aneka rupa makanan untuk lebaran. Inilah sebuah kemenangan zakat bagi para dhuafa di hari idul fitri. Akankah kemenangan ini ia rasakan selamanya? Hingga bertemu lagi dengan idul fitri?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret Zakat pasca Idul Fitri dirasakan Lembaga Amil Zakat semakin meredup. Ini terbukti dari menurunnya jumla penghimpunan yang diterima di bawah rata-rata.  Tak pelak, jika para dhuafa yang telah mengecap kebahagiaan dan kemenangan harus kembali merasakan kondisi seperti ketika ia alami sebelum idul fitri. Sebuah upaya merintis program yang dapat dirasakan manfaatnya ole seluruh mustahik menjadi pilihan. Sosialisasi zakat kembali di gencarkan kepada masyarakat, agar tetap berkomitmen menunaikan zakatnya melalui lembaga. Karena dengan menunaikan zakat melalui lembaga, celah untuk terus membahagiakan para dhuafa sangat bisa dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan zakat juga tidak hanya dirasakan oleh mereka yang menerima zakat, namun oleh yang menunaikan. Karena zakat sebuah tonggak prestasi. Seperti pilar-pilar utama dalam bangunan kesadaran kita. Yang dengannya kita mempunyai definisi tentang siapa diri kita, seperti apa identitas diri kita. Dengan berzakat, kita sedang merancang stasiun kenagan bersama para dhuafa, fakir miskin dan mereka yang telah mendapat manfaat dari kebaikan dan ketulusan kita. Stasiun kenangan menunaikan zakat memberi kita pengertian bahwa kita tidak mungkin setiap waktu, setiap hari, berada dalam puncak prestasi dan kekayaan. Zakatlah yang akan memberi keberkahan yang abadi dalam kehidupan kita. Selain itu, kemenangan berzakat juga telah mendidik kita untuk menjadi seorang muslim yang mempunyai kejujuran dan keikhlasan yang memancarkan kilauan dan sinar, meskipun berjuta mata tidak melihatnya. Itulah permata yang tak ternilai yang dimiliki seorang mukmin hakiki, yang memandang sesuatu dengan hakekat yang sebenarnya, yang melahirkan kebaikan-kebaikan dari setiap perilakunya, yang mengetahui bahwa sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, yang semua perbuatannya ditujukan hanya untuk Allah Semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan yang telah di lalui, mengusung kemenangan dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh kita. Zakat, Sholat dan Puasa telah menorehkan kebaikan bagi pelakunya, hingga kemenangan itu dikalungkan di pundaknya di raya yang Allah haramkan neraka atas mukmin yang menjadi pilihan-Nya. Seorang mukmin yang terus meretas hidupnya di atas jalan kebenaran. Menelusuri lorong-lorong yang panjang, sepanjang nafas mereka di dunia. Lalu berhenti di sudut-sudutnya, yang menyimpan beragam kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-6594516165454587494?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/6594516165454587494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=6594516165454587494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6594516165454587494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6594516165454587494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/11/kemenangan-zakat.html' title='Kemenangan Zakat'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSqEmhdoSbI/AAAAAAAAAFQ/g4F98O58V2M/s72-c/CA4D60YF.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-3823174525865542377</id><published>2008-11-24T02:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T02:27:53.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percik'/><title type='text'>Akar Kesalahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSqBRX5tO8I/AAAAAAAAAFI/X6B26nHod9s/s1600-h/widya+10.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSqBRX5tO8I/AAAAAAAAAFI/X6B26nHod9s/s200/widya+10.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272168449264401346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKAR KESALAHAN&lt;br /&gt;"Akar dari kesalahan itu ada tiga. Pertama, kesombongan. Itulah yang menyebabkan iblis mengalami apa yang ia alami. Kedua, keserakahan, dan itulah yang mengeluarkan Adam dari Surga. Ketiga, kedengkian, dan itulah yang menjadikan salah satu anak Adam membunuh saudaranya. Maka barangsiapa berlindung dari keburukan tiga akar kesalahan itu, sesungguhnya ia telah melindungi dirinya dengan sebenar-benarnya. Karena kekafiran itu bersumber dari kesombongan. Karena kemaksiatan itu sumbernya keserakahan. Sedang kezhaliman itu sumbernya kedengkian." (Ibnu Qoyyim)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-3823174525865542377?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/3823174525865542377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=3823174525865542377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3823174525865542377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3823174525865542377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/11/akar-kesalahan.html' title='Akar Kesalahan'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSqBRX5tO8I/AAAAAAAAAFI/X6B26nHod9s/s72-c/widya+10.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-7446603730266712823</id><published>2008-11-23T23:46:00.001-08:00</published><updated>2008-11-23T23:57:05.503-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album Kenangan'/><title type='text'>Kenangan di jembatan Barelang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSpcbISFGBI/AAAAAAAAAEg/gKdKSfK6XvE/s1600-h/DSCF3003.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSpcbISFGBI/AAAAAAAAAEg/gKdKSfK6XvE/s320/DSCF3003.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272127934940125202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersama para Amil Zakat Dompet Dhuafa Republika dari berbagai wilayah.ada dari kalimantan, Bali dan Balikpapan. sesaat setelah loka karya zakat di batam &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;ada sebuah jembatan yang sangat terkenal, bahkan menjadi IKON Batam. namanya jemabatan barelang. selepas berkutat dengan lokakrya, kita berkunjung ke jembatan ini. Subahanallah.. indah lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-7446603730266712823?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/7446603730266712823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=7446603730266712823&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7446603730266712823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7446603730266712823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/11/kenangan-di-jembatan-barelang.html' title='Kenangan di jembatan Barelang'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSpcbISFGBI/AAAAAAAAAEg/gKdKSfK6XvE/s72-c/DSCF3003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5227442629652560279</id><published>2008-11-20T23:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T23:42:07.852-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>TEH ROSELLA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSZkZ0cggpI/AAAAAAAAAEY/-ysVxhimwmA/s1600-h/images1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 129px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSZkZ0cggpI/AAAAAAAAAEY/-ysVxhimwmA/s320/images1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271010808621466258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teh Rosella&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat Bunga Rosella &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah mengkomsumsi Teh Merah Bunga Rosella ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian orang belum mengetahui bahkan tidak tahu sama sekali kalo Teh merah dari Bunga Rosella ini mempunyai banyak khasiat yang terkandung dalam bunganya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dari bunga Rosella diantaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;Bersifat detoksifikasi, menetralkan racun&lt;br /&gt;Menurunkan tekanan darah &lt;br /&gt;Menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes&lt;br /&gt;Menghambat tumbuhnya kanker&lt;br /&gt;Menjaga stamina&lt;br /&gt;Menurunkan kolesterol dalam darah&lt;br /&gt;Menyeimbangkan berat badan&lt;br /&gt;Mengurangi panas dalam dan susah BAB&lt;br /&gt;Menurunkan tingkat penggumpalan lemak di hati&lt;br /&gt;Mengurangi pusing / migraine&lt;br /&gt;Mengandung multivitamin, termasuk vit.C dan Beta karoten&lt;br /&gt;Membantu memulihkan dari ketergantungan obat&lt;br /&gt;Membuat minumannya gampang, tinggal menyeduh 5-7 kelopak bunga dengan air panas, tunggu 5 menit, siap minum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa dari minuman ini seperti asam jawa. Kalo yang punya sakit maag harus hati hati dan menambahkan kadar airnya. Kalau mau bisa ditambahkan gula, tapi untuk kesehatan yg lebih baik dicampur pake madu saja sebagai pemanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedia dalam kemasan bungkus. Hanya Rp. 15.000&lt;br /&gt;pemesanan : Widya 0778-7533445&lt;br /&gt;Email : ptdiatasgaris@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5227442629652560279?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5227442629652560279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5227442629652560279&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5227442629652560279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5227442629652560279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/11/teh-rosella.html' title='TEH ROSELLA'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SSZkZ0cggpI/AAAAAAAAAEY/-ysVxhimwmA/s72-c/images1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-94128916517462625</id><published>2008-10-27T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T02:57:39.283-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bisa "Merasa" untuk Empati</title><content type='html'>Allah menciptakan wajah kehidupan ini berbeda-beda. Ada yang miskin, ada pula yang kaya. Ada  yang  menjadi pemimpin, ada yang menjadi rakyat jelata. Semua ini tidak seharusnya  menjadikan kita punya kelas pemilah, yang membedakan antara yang satu dengan  yang lain. Melebarkan jarak antara si miskin dengan si kaya. Kenyataan ini mengetuk kesadaran kita untuk saling berbagi, saling mengasihi dan saling menebar empati, sebagaimana diajarkan Islam. Rosulullah SAW melukiskan, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta, kasih saying, dan kelembutan  mereka seperti satu tubuh, jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh  akan bergadang, tak dapat tidur dan  merasakan demam. “ (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran indah ini tentu saja tidak sulit untuk diwujudkan jika masing-masing individu punya kepekaan, kemampuan merasakan kekurangan orang lain, ketajaman mata hati melihat kondisi saudara seiman, khususnya yang berada di lingkungan kita.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa merasa tak sekedar sebuah empati, tapi lebih mendasar lagi, ia adalah inti kesadaran dan puncak obyektivitas. Bila kebiasaan dan kecakapan diperlukan dalam hidup sebagai keterampilan, maka bisa “merasa” atau kebiasaan untuk merasa adalah sisi dalamnya, rohnya, sekaligusjiwanya. Seperti kisah tentang orang-orang yang kaya atau mampu. Kepada mereka tidak saja dianjurkan untuk bersedekah. Tetapi kemampuan dan kebiasaan bersedekah itu harus dilengkapi dengan mentalitas yang bersih. Seperti dijelaskan Allah dalam firmannya. “hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerimanya.” (QS : Al-Baqarah:264). Ayat di atas dengan jelas mengajarkan tentang pentingnya bisa “merasa”. Tidak sekedar “merasa” bisa. Bahwa bisa bersedekah itu baik. Tetapi kebiasaan bersedekah itu ternodai oleh ketidakmampuan “untuk merasa” maka akan rusak jadinya. Bisa merasa adalah kemampuan untuk memiliki tradisi kesadaran, menggunakan pikiran yang matang dan cara pandang yang obyektif. Kemampuan dan kebiasaan kita bersedekah, dalam contoh di atas, harus diiringi dengan kebiasaan untuk merasa, menyadari, bahwa sumber rezeki itu dari Allah. Bahwa penerima sedekah itu belum tentu orang yang lebih hina secara derajat ketaqwaan dari pada kita, bahwa seberapa pun besar sedekah kita, kita harus menyadari betapa kita bukan segala-segalanya. Peka. Punya daya sensitivitas dalam diri. Tapi ini bukan dalam konotasi negative. Dalam kehidupan ini, kita harus senantiasa banyak menoleh kepada diri, melihat kedalam, jauh ke lubuk hati. Bercermin pada sikap, perilaku, kemampuan, dalam banyak waktu, kesempatan dan keadaan. “binasalah seseorang yang tak mengerti kadar kemampuan dirinya, begitu kata orang bijak. Sensitivitas dalam arti kemampuan merasa adalah modal yang dapat mengontrol dan mengevaluasi kekurang-kekurangan yang seringkali tertutup oleh rasa percaya diri yang terlalu tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa “merasa” artinya bagaimana kita selalu berada dalam kesadaran penuh, kesadaran maksimal dan kehidupan seorang muslim. Ia adalah puncak kesadaran, tidak sekedar empati. Pusat sumber “bisa merasa” ada di dalam kejujuran jiwa, ketulusan hati, dan keberanian kita untuk mengikuti suara hati yang bersih. Lalu, disepanjang hari-hari kita yang penat,cobalah kita bertanya, mengapakah kita gagal, mengapa pula kita sukses? Semoga kita tidak keliru dengan hanya mendasari segalanya pada falsafah “&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-94128916517462625?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/94128916517462625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=94128916517462625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/94128916517462625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/94128916517462625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/10/bisa-merasa-untuk-empati.html' title='Bisa &quot;Merasa&quot; untuk Empati'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-3849097786223949784</id><published>2008-09-03T22:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T22:54:36.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontak'/><title type='text'>Kontak</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.emailmeform.com/fid.php?formid=139277" target="_new"&gt;http://widya2008.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-3849097786223949784?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/3849097786223949784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=3849097786223949784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3849097786223949784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3849097786223949784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/09/kontak.html' title='Kontak'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-7445063359969114720</id><published>2008-08-14T22:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T22:50:50.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percik'/><title type='text'>Tambatan Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SKUYnZ1cI9I/AAAAAAAAADY/BAwoMfwirDs/s1600-h/009.1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SKUYnZ1cI9I/AAAAAAAAADY/BAwoMfwirDs/s320/009.1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234617207117063122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita punya tambatan cinta  yang berbeda-beda. Pada sisi keimanan, tentu semestinya cinta itu tertambat pada Allah., rosulnya, dan ajaran-ajaran agama Nya. Pada sisi kemanusiaan, kita boleh menambatkan cinta itu kepada apa dan siapa saja yang halal dan mubah. Meski kita mengerti bahwa cinta kemanusiaan kita tidak boleh melanggar cinta keyakinan kita, tetapi tetap saja ada duka dan sedih untuk setiap perpisahan dengan apa dan siapa saja yang kita cintai. Tetap saja ada tangis untuk setiap kehilangan orang-orang atau apa saja yang kita cintai. Maka, yang tak mencintai apa-apa tak akan pernah merasakan kehilangan apa-apa &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah masalahnya. Orang-orang  yang menjalani hidup ini dengan tanpa tambatan cinta, akan melewati segala perjumpaan perpisahan tanpa makna apa-apa. Tak ada susah, tak ada pula senang. Tapi seburuk-buruk orang yang tak ounya tambatan cinta, adalah mereka yang tak pernah mengerti arti karunia Allah yang diberikan kepadanya. Sebab cinta adalah kumpulan segala kemampuan kita untuk menghargai. Ada berjuta karunia dan kemurahan Allah yang diberikan kepada kita. Ada usia, nafas, tinggi-tegak badan yang segar, pikiran yang sehat dan rezeki yang kita kais dari keringat kita. Diatas seluruh karunia itulah kita menikmati hidup ini. Dengannya kita menitahkan jati diri kita, sebagai makhluk dengan peradaban yang tak pernah berhenti mencari gaya barunya. Dalam konteks inilah, kita meletakkan cinta kita kepada karunia Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-7445063359969114720?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/7445063359969114720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=7445063359969114720&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7445063359969114720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7445063359969114720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/08/tambatan-cinta.html' title='Tambatan Cinta'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SKUYnZ1cI9I/AAAAAAAAADY/BAwoMfwirDs/s72-c/009.1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-8643014252595226183</id><published>2008-08-12T01:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T02:18:53.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Binis Online'/><title type='text'>Bisnis Untuk Wanita</title><content type='html'>bisnis yang dapat dijalankan oleh wanita saat ini banyak pilihan. bagi anda wanita yang bekerja di kantorpun bisa sambil berbisnis. atau ingin leluasa mengelola bisnis sendiri ? salah satunya yang bisa dengan mudah dilakukan adalah bisnis online. yaitu bisnis yg bisa dilakukan melalui internet. informasi lengkap mengenai bisnis wanita lengkap dengan strategy promosinya ? &lt;a href="http://www.bisniswanita.com?id=pembelajar" target="new"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;panduan yang menarik dan sangat lengkap untuk di jalankan. anda akan tahu bagaimana menemukan ide-ide segar dalam bisnis. mulailah dari saat ini. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-8643014252595226183?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/8643014252595226183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=8643014252595226183&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8643014252595226183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8643014252595226183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/08/bisnis-untuk-wanita.html' title='Bisnis Untuk Wanita'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-7030916879774848190</id><published>2008-08-11T03:19:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T03:49:48.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Berkah Yang Tak Pernah Putus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SKAUs0113RI/AAAAAAAAADQ/6baa9blGnbg/s1600-h/DSCF4187.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SKAUs0113RI/AAAAAAAAADQ/6baa9blGnbg/s320/DSCF4187.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233205527335787794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. “ (QS.Al-Araf:96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah luas kasih sayang Allah. Alangkah besar karunia-Nya. Burung pergi di pagi hari dalam keadaan lapar. Ia kembali di kala petang dengan perut yang sudah kenyang. Tetapi burung itu tidak diam. Ia bekerja, mencari, dan tentu saja, ia bertasbih memuji Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang beriman dan beramal salih, Allah juga menjanjikan begitu banyak berkah dan karunia. Allah telah berjanji untuk melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Diantara berkah-berkah itu adalah amal-amal kesalihan yang akan menghapus keburukan. Allah berjanji akan mengganti keburukan orang yang bertaubat, beriman dan beramal salih dengan kebaikan yang berlipat ganda. Segalanya sangat mudah bagi Allah. Tinggal bagaimana, setiap kita  berjuang keras mengejar karunia dan berkah Allah itu.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah kesalihan yang lain adalah karunia Allah yang menjadikan orang-orang beriman itu mampu berpikir jernih dan bijak menghadapi hidup. Hidup ini memerlukan bermacam kedewasaan. Berani hidup harus berani dewasa. Hidup ini memang tidak mudah, tetapi alangkah tidak mudahnya hidup tanpa keberanian menjadi dewasa. Bahwa fase demi fase adalah kepastian. Setiap usia punya jenjangnya, situasinya, sulit dan mudahnya. Tapi keberanian menjadi dewasa adalah keniscayaan yang dengannya kita lalui segala fase itu, kita kejar cita-cita akhir kita, di puncak pengharapan akan ridha Allh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal shalih itu, berkahnya tidak putus bersama kematian pelakunya. Ia bisa melampaui segala batas ruang dan waktu. Melampaui segala jaman. Rosulullah SAW bersabda, ”bila seorang anak adam itu meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal. Shadaqoh jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shalih yang mendo’akan kedua orang tuanya. ”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah yang terus menerus beranak pinak, atau ilmu yang bersambung pemanfaatannya, adalah sumber berkah yang tak pernah putus. Demikian juga anak-anak yang salih, yang atak pernah bosan mengharap kepada Allah, agar kedua orang tua mereka diampuni dosanya. Berkah-berkah kesalihan memang tak terbatas bentuk dan jumlah nya. Bahkan keberkahan  itu bisa datang dari langit dan bumi. Lebih dari itu, berkah yang paling indah, tentu saja surga Allah yang telah dijanjikan untuk hamba-hambaNya yang melakukan amal shalih. Allah SWT berfirman, ”Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan, ” Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (QS: Al-Baqarah:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia-karunia itu harus dimohonkan kepada Allah. Dengan cara berusaha semaksimal mungkin agar kita menjadi orang yang shalih. Kerana berkah-berkah kesalihan itulah yang diharapkan diharapkan bisa menurunkan karunia tersebut. Bahkan, kadang apa yang kita nikmati dari karunia hidup ini boleh jadi lantaran berkah dari keshalihan orang lain. Seperti para da’i yang tak kenal henti untuk  berjuang di jalan Allah. Mencegah kemungkaran dan menyerukan kepada kebaikan, atau ornag-orang tertindas yang terus berdoa, orang-orang miskin yang tetap menjaga kehormatannya, atau para orang tua kita yang setiap malam menagis kepada Allah meminta agar anak-anaknya, yang juga darah dagingnya jangan sampai menjadi sampah masyarakat. Juga orang-orang kaya yang mendermakan hartanya di jalan Allah. Alangkah bodohnya kita, bila memandang slur hidup ini sangat individual. Merasa diri segala-galanya. Sejarah sendiri membuktikan, mereka yang mendapatkan karunia dari Allah, adalah mereka yang memang telah mempersembahkan kepada Allah begitu banyak keshalihan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-7030916879774848190?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/7030916879774848190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=7030916879774848190&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7030916879774848190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7030916879774848190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/08/berkah-yang-tak-pernah-putus.html' title='Berkah Yang Tak Pernah Putus'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SKAUs0113RI/AAAAAAAAADQ/6baa9blGnbg/s72-c/DSCF4187.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5113034590159158756</id><published>2008-07-17T04:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T22:45:24.195-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Keep Smile</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SIArj_UwmrI/AAAAAAAAADI/0XPvHXxDdws/s1600-h/serendipity-of-life-vavai.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SIArj_UwmrI/AAAAAAAAADI/0XPvHXxDdws/s320/serendipity-of-life-vavai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224223465043696306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang muslim, disetiap situasi yang paling sulit, harus selalu ada celah untuk bergembira. Begitulah islam mengajarkan kepada kita. Celah itu bahkan harus selalu kita adakan. Semacam kantong-kantong pertahanan yang harus kita sisakan. Kita mengerti bahwa hidup tak sekedar persaingan. Tapi juga kerja keras dan pergulatan melawan alam yang rengus. Kadang ia seperti menghabisi jerih payah kita, menguras kesabaran kita dan melumat sisa-sisa tenaga kita. Setiap hari yang baru mungkin serasa akhir segala harapan. Tapi itu semua tidak boleh memberenggus kantong kegembiraaan kita. Kantong itu harus tetap ada, terjaga. Meski kala tertentu, dipuncak keguncangan kita, suatu hari, dulu atau nanti, dalam perjalanan hidup yang melelahkan ini, mungkin kantong2 itu tercabik-cabik. Tapi isi kantong itu tak boleh habis. Kegembiraan tak boleh binasa. Seorang muslim harus mengerti bagaimana seni  menyemangati diri. Dengan mengambil bagiannya yang mesti untuk kantong  kegembiraannya. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti riak-riak kecilnya yang gemercik, seperti itulah kantong kegembiraan itu kita perlukan. Ketika hidup memantulkan resonansi pahitnya, kantong kegembiraan itu harus tetap ada, disana. Bisa jadi dinding-dinding sungai itu cadas. Tapi justru pada benturannya ada nyanyian itu. Tapi toh air kehidupan itupun laju, berlalu dan akan sampai ke muara tujuan. Bagi seorang muslim, kegembiraan tak sekedar basa-basi. Tapi juga bobot bagi sebuah kebaikan yang berlalu lalang di koridor perilaku yang nampak biasa. Di agama ini, Islam yang agung ini selalu ada pemuliaan hal-hal yang terlihat sederhana . bukankah Rosulullah menyebut, bahwa bermuka berseri-seri dan enak di tatap oleh saudara seiman itu sebuah kebajikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Keep Smile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5113034590159158756?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5113034590159158756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5113034590159158756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5113034590159158756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5113034590159158756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/07/keep-smile.html' title='Keep Smile'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SIArj_UwmrI/AAAAAAAAADI/0XPvHXxDdws/s72-c/serendipity-of-life-vavai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-4051634259834211862</id><published>2008-07-14T21:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T00:09:57.935-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album Kenangan'/><title type='text'>Di Radio Syaila FM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SHwxoFKiXhI/AAAAAAAAADA/-gdHzVEt-xg/s1600-h/DSCF2838.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SHwxoFKiXhI/AAAAAAAAADA/-gdHzVEt-xg/s320/DSCF2838.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223104232493833746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nampang di radio nich. sekalian share pengalaman aktivitas dan bersilaturahim dengan pendengar Syaila FM di Batam &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;On Air di radio bagi saya sesuatu yang menyenangkan. saya bisa banyak belajar cara broadcast, bisa belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik, dan bisa sharing informasi dengan pendengar. topik yg dibahas saat itu tentang blog yang saya buat. tulisan-tulisannya tentu punya ciri khas ala wanita indonesia. he he he. satu lagi yang menjadi stasiun kenangan dalam hidupku. saat merantau di sini. semoga bisa memberi manfaat dan maslahat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-4051634259834211862?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/4051634259834211862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=4051634259834211862&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4051634259834211862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4051634259834211862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/07/di-radio-syaila-fm.html' title='Di Radio Syaila FM'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SHwxoFKiXhI/AAAAAAAAADA/-gdHzVEt-xg/s72-c/DSCF2838.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5935614743559913407</id><published>2008-06-09T03:44:00.001-07:00</published><updated>2008-06-09T03:49:44.408-07:00</updated><title type='text'>Apa Kabar Akhirat?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SE0J2BF6XKI/AAAAAAAAACw/I0lyzri6Y2U/s1600-h/images+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SE0J2BF6XKI/AAAAAAAAACw/I0lyzri6Y2U/s320/images+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209831167548349602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirat. Kampung tempat segalanya berkesudahan. Mengakhiri jalan panjangnya. Rumah penghabisan, tempat segala hiruk pikuk dunia ditimbang, lalu ditunaikan hak orang-orang yang punya hak. Serta diambilkan bayaran kekurangan orang-orang yang berbuat curang. Nun jauh disana. Kita akan bersua. Seperti air sungai yang mengalir berliku, kesana pula bermuara pada akhirnya. Tetapi akhirat bukan sekedar tempat berkesudahan yang terpaksa. Atau tempat pembuangan segala isi alam semesta. Ya, pada ketetapan Allah, takdir dan kuasa-Nya, tak ada yang bisa lari dari akhirat. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi orang-orang beriman, akhirat adalah juga tempat menggantungkan cita-cita, harapan, dan puncak kebahagiaan yg abadi. Tetapi bagi orang-orang yang tergelincir dan bergelimang dosa, bergumul dengan syetan dan hawa nafsu, akhirat adalah tempat penghempasan yang menyakitkan. Seperti ogokan sampah yang tak kuasa terbawa arus. Melaju. Disana pula sampah itu mengalir. Lalu terhenti seketika. Menembus segala kotorannya. Dengan cara yang sangat mengerikan. Ia mungkin dahulu mengatakan, seperti yang diabadikan Al-Qur’an, ” Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), ”Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan di bangkitkan. ” (QS. Al-An’am:29). Maka manusia sampah punya akhirannya sendiri di kampung akhirat sana. Akhiran sebagai sampah, atau bahkan lebih nista dari pada sampah. Suasananya sangat mengharukan. ” Dan jika kamu (Muhammad )melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, ” Kiranya kami dikembalikan ke dunia dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman, tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan. ” (Al-An’am : 27). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirat. Jauh dan dekatnya sangat tergantung pada cara kita mengejarnya. Lama dan sebentarnya tergantung bagaimana kita berjalan menuju ke sana. Sejatinya, kita bertaruh untuk sesuatu yang sangat pasti. Akhirat yang sering terlupakan. Ia semestinya hadir disetiap jenak kita, meski terasa asing dan tak tergambarkan. Ia dekat, namun sering dianggap jauh. Ia nyata bilapun sering dirasa sebatas cerita. Seperti pemangsa bertaring, ia bisa menyergap tiba-tiba, tapi betapa banyak orang yang tak pernah menyadarinya. Akhirat. Seperti sahabat sehati. Ia akan terus melambai, bila kita masih jujur padanya. Bila kita merindukannya, ia akan memberi sambutan untuk kita, bila kita masih setia berjalan menuju kepadanya. Kesetiaan seorang mukmin yang mencari cinta sejati. Cinta yang menghidupkan dan memastikan harapan. Kesetiaan seorang mukmin yang mengerti bahwa dunia hanya sementara, kawan yang menangkar mawar, tapi juga durinya, madu tapi juga racunnya. Manis, tapi juga pahitnya. Maka, ditengah hidup yang sangat penat dan melelahkan, bertanya tentang kampung akhirat abadi adalah keniscayaan. Ditengah gemerlap hidup yang memacu peradaban materinya. Bertanya tentang kabar sahabat sejati adalah kemestian: apa kabar akhirat? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5935614743559913407?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5935614743559913407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5935614743559913407&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5935614743559913407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5935614743559913407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/06/apa-kabar-akhirat.html' title='Apa Kabar Akhirat?'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SE0J2BF6XKI/AAAAAAAAACw/I0lyzri6Y2U/s72-c/images+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-3039572452680788025</id><published>2008-06-09T03:03:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T03:14:14.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album Kenangan'/><title type='text'>Action</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SE0Af-dROCI/AAAAAAAAACo/nOiSz4Xs0mA/s1600-h/DSCF4089.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SE0Af-dROCI/AAAAAAAAACo/nOiSz4Xs0mA/s320/DSCF4089.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209820893279238178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ini latihan sebelum tampil bawain acara, biar gak gorgi, jadi aku harus sering-sering berhadapan dengan kamera. action!!!!!&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;aku masih ingat, waku pertama kali bawain acara tv. grogi banget... apa yang mau disampaikan, rasanya hilang semua. aku coba menguasai diri. dengan kontrol yang ketat, aku perbaiki setiap kalimat yg meluncur untuk pemirsa. ternyata pepatah yg mengatakan, bisa krn biasa itu benar. dan sangat memotivasi. setelah beberapa kali tampil, aku menjadi orang yg biasa di depan kamera. meskipun baru nongol di tv lokal, aku pikir tidak ada bedanya dengan tv yang nasional maupun international. PD gitu lho...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-3039572452680788025?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/3039572452680788025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=3039572452680788025&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3039572452680788025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3039572452680788025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/06/action.html' title='Action'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SE0Af-dROCI/AAAAAAAAACo/nOiSz4Xs0mA/s72-c/DSCF4089.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-4622485425103285316</id><published>2008-05-30T02:32:00.001-07:00</published><updated>2008-05-30T02:49:11.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Memilih Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD_LYsiXFmI/AAAAAAAAAB4/slJR5DDJzNg/s1600-h/CA72LXH0.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD_LYsiXFmI/AAAAAAAAAB4/slJR5DDJzNg/s320/CA72LXH0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206103319396161122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di depan mata kita, di hamparan belantara dunia yang terus berumur, ada beribu jalan hidup. Dalam keseluruhan jalan itu manusia berjalan mengisi hari-harinya. Ada yang memilih jalan yang benar. Ada juga memilih jalan yang salah.  Semua pilihan ada di tangan kita. Pilihan hiduplah yang akan menentukan baik atau salah. Dengan menentukan pilihan, berarti kita sudah menentukan garis kehidupan kita. Begitupun ketika kita memilih seseorang yang akan menemani dan mewarnai kehidupan kita. Setiap kita memang perlu teman hidup. Dalam pengertian yang sangat luas. Teman dalam arti pasangan hidup, teman dalam arti sahabat, teman dalam arti tetangga, dan teman dilingkungan  tempat kita bekerja.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Keputusan-keputusan kita memilih keseluruhan teman hidup itu, mendapatkan perhatian besar dalam islam. Rosulullah memerintahkan seseorang memilih calon pasangan suami atau istri yang baik. Ini tentu tidak sekedar urusan kehormatan. Tapi juga merupakan keputusan penting bagi masa depan generasi berikutnya. Tidak ada yang memungkiri, bahwa kebersamaan manusia dengan sesamanya melahirkan proses saling mewarnai, saling mempengaruhi dan saling membentuk kepribadian diri. Dalam bahasa Rosulullah “ seseorang itu tergantung bagaimana agama temannya.” Memilih teman dalam arti yang seluas-luasnya adalah pilihan yang menjadi tanggung jawab kita di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memilih teman, kita juga dapat memilih profesi kita. Namun sebuah profesi tidak sekedar alat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tempat kita menyambung detak-detak nafas. Menumbuhkan daging dan tulang belulang. Tapi profesi adalah sebuah pilihan secara sadar tentang apakah kita menjadi khalifah Allah di muka bumi atau tidak.  Pilihan-pilhan profesi yang salah tidak selamanya karena menjadi korban. Tapi banyak yang merupakan secara sadar  dan sepenuh hati, untuk memilih profesi yang buruk dan jahat. Seorang mukmin memandang pilihan profesinya tak sesederhana itu. Bila profesi itu dilihat dari sudut  jalan rezeki, maka profesi  adalah pilihan untuk memakan yang halal atau yang haram. Bila dilihat dari sudut sosial, profesi adalah pilihan untuk memberi manfaat kepada sesama atau justru merusak sesama. Bila dilihat dari sudut akhirat, profesi adalah pilihan untuk mengantarkan diri kita ke surga atau ke neraka. Profesi adalah pilihan yang serius. tak sekedar orang bisa makan atau tidak bisa makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang harus kita pilih dalam hidup ini. Tidak hanya soal teman hidup dan profesi. Tetapi setiap langkah kaki yang kita ayunkan adalah keputusan atas sebuah pilihan. Hendak kemana  dan hendak apa. Setiap ucapan yang kita lontarkan adalah keputusan atas sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan memang  sebuah bentangan jalan yang akan berakhir. Kematian pasti terjadi siapapun kita, seluas apapun milik kita, sebesar apapun jabatan kita, sekuat apapun milik kita. Begitu mahalnya nilai hidup. Karena itu, setiap orang harus memberi pilihan yang tepat untuk mengisi hidup. Pilihan dalam hiduplah yang menentukan siapa kita pilihan hidup juga yang akan menentukan seluruh akibat yang harus kita jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-4622485425103285316?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/4622485425103285316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=4622485425103285316&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4622485425103285316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4622485425103285316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/memilih-hidup.html' title='Memilih Hidup'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD_LYsiXFmI/AAAAAAAAAB4/slJR5DDJzNg/s72-c/CA72LXH0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-7152649298129246187</id><published>2008-05-30T01:15:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T01:59:15.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album Kenangan'/><title type='text'>Barisan Amil Zakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD-5w8iXFlI/AAAAAAAAABw/mdAH2f4EwIQ/s1600-h/MTR_1570.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD-5w8iXFlI/AAAAAAAAABw/mdAH2f4EwIQ/s320/MTR_1570.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206083944798688850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;crew DSNI Amanah.yang nampang disini level manager dan director. ada Pak prastetyo, pak Marzuki, pak Arief, Pak Cahyo, Rekan Ita dan Widya.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DSNI Amanah adalah lembaga nirlaba yang concert di bidang pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf.lembaga kami berada di kawasan industri batamindo -muka kuning Batam.inilah barisan amil zakat yang tak kenal lelah melayani masyarakat yg termaginalkan oleh kemiskinan. profesi Amil adalah pilihan untuk menuai hikmah hidup, membuat stasiun kenangan dalam persahabatan yang akan menjadi kisah terindah hingga ujung usia.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-7152649298129246187?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/7152649298129246187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=7152649298129246187&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7152649298129246187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7152649298129246187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/barisan-amil-zakat.html' title='Barisan Amil Zakat'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD-5w8iXFlI/AAAAAAAAABw/mdAH2f4EwIQ/s72-c/MTR_1570.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-9095843469227192616</id><published>2008-05-28T02:47:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T02:51:28.334-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Pesan Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD0qWciXFkI/AAAAAAAAABo/dSZOzxXRZOc/s1600-h/CAIJ670F.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD0qWciXFkI/AAAAAAAAABo/dSZOzxXRZOc/s320/CAIJ670F.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205363309415962178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti gelapnya yang pekat, malam menyimpan begitu banyak rahasia. Tidak saja pada taburan bintangnya yang abadi. tempat sebagian orang menggantung pandangan lepasnya untuk memandu diri mencari arah, di darat dan di lautan. Bukan hanya pada bulanya yang bulat, saat anak-anak menunda tidur, bertepuk riuh di lorong rumah petak yang kumuh.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Siang hari memang memberi kita banyak penghidupan (living). Tapi, sejujurnya, malamlah yang memberi kita kehidupan (life). &lt;br /&gt;Sejumput nasi, seteguk air, selembar ribuan, juga prestise dan cita rasa apa saja, adalah perburuan kemanusiaan kita di siang  hari. Dengan itu kita mendapat penghidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas kita masih tersambung dengan nasi itu, atau status itu. Yang rill atau yang absurd, dengan izin Allah tentunya. Walau sekali waktu kesulitan datang mencekik, serasa tak memberi kita umur lain. Tetapi perjalanan hidup tak akan berhenti ditengah-tengah serialnya. Sebab kematian tak akan datang sebelum cerita diri kita benar-benar usai. Tapi, sejujurnya malam memberi kita kehidupan. Dalam damainya yang dalam. Atau sunyinya yang tulus. Saat tak ada desah angin dan lambaian dedaunan. Itulah saat  terbaik yang dinyatakan Allah untuk beristirahat. ”Dialah (Allah) yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya. Dan menjadikan siang terang benderang supaya kamu mencari karunia Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus : 67) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, malam, adalah tempat kita mengambil segala energi, lahir dan batinnya. Saat semua kepenatan siang tertumpahkan dalam diam, pada malam itu. Saat setiap nyawa menutup mata, malam adalah hiasan, tanda kekuasaan, sekaligus pakaian. ”Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan. (QS. An-Naba :9-11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi rahasia malam, bagi orang-orang beriman, tak berhenti pada sumber energi kehidupan lahiriyahnya. Dengan tidur nyenyak atau istirahat panjangnya. Rahasia malam adalah rahasia tentang bagaimana sebuah kehidupan mengambil sumber kekuatannya yang benar, orisinil dan maha dahsyat, pada sebagian potongan waktunya. Sebab pada setiap sepertiga malam terakhir, Allah SWT turun ke langit bumi, lalu memberi kesempatan kepada para hamba Nya, untuk memohon dan mengadu pada Nya, dalam kesendirian yang murni, berdua dengan Nya. Disinilah rahasia itu. Pada sepertiga terakhir dari setiap potongan malam. Itulah kehidupan itu. Adakah kehidupan yang lebih utama dari memohon kepada Allah lalu diberi, meminta lalu dikabulkan-Nya, serta mengharap ampunan lalu diampunkan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga malam diujung akhir itu benar-benar potongan waktu yang sungguh-sungguh lain.disana sebuah seremoni teramat sakral mendapatkan waktunya. Tidak lama. Tetapi begitu kuat meninggalkan bekas. Disana ada rahasia, ada kekuatan, sumber kehidupan. Rahasia ini tak akan bisa dirasakan kecuali dicoba dan di coba. Mata air kehidupan diujung malam, adalah dunia nyata ditengah samudera mimpi orang-orang yang terlelap hingga pagi, atau bergelimang dosa hingga matahari meninggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-9095843469227192616?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/9095843469227192616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=9095843469227192616&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/9095843469227192616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/9095843469227192616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/pesan-malam.html' title='Pesan Malam'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SD0qWciXFkI/AAAAAAAAABo/dSZOzxXRZOc/s72-c/CAIJ670F.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-231312950097911590</id><published>2008-05-27T01:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T03:36:16.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album Kenangan'/><title type='text'>main Paint Ball</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SDvGZMiXFjI/AAAAAAAAABg/-8n2YAYok2g/s1600-h/widya+paint+ball.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SDvGZMiXFjI/AAAAAAAAABg/-8n2YAYok2g/s320/widya+paint+ball.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204971930521114162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;waktu di jakarta, saya bersama temen2 kantor olehraga paint ball. lihatlah..seperti pejuang sejati kan?&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang diatas para lelaki sahabat saya adalah mas Salman, Mas Abdi dan Mas Taufik. barisan wanitanya, ada mbak fitri, widya dan mbak fetty. olahraga ini seperti perang dunia ke 2. main tembak-tembakan. pelurunya jg bikin terluka. saya merasakan suasana perang di palestina. olahraga ini mengajarkan saya untuk membuat strategi berperang. dan bagaimana menyatukan tim agar bisa mendapatkan benteng dari lawan. semua orang punya tugas masing-masing. ada yang jaga benteng, ada yang ngumpet memperhatikan lawan, ada yang maju dengan senjata. yang musti diusung adalah keberanian. saya betul-betul merasakan dan membayangkan, ketika Rosulullah berperang. saya membayangkan perang tanpa senjata. tapi dengan pedang. jarak dengan lawan sangat dekat. saya yang mengusung senjata, jauh dari lawan saja rasanya deg degan banget. sungguh luar biasa para pahlwan yang berperang. olahraga ini menjadi hobby baru saya selain catur.karena keunikannya. hingga saat ini saya masih saja mengenang saat saya kena peluru tepat di pelipis saya. kenangan terindah..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-231312950097911590?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/231312950097911590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=231312950097911590&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/231312950097911590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/231312950097911590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/main-paint-ball.html' title='main Paint Ball'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SDvGZMiXFjI/AAAAAAAAABg/-8n2YAYok2g/s72-c/widya+paint+ball.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-523855483779725436</id><published>2008-05-26T02:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T02:52:10.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>Amil Zakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SDqEWsiXFiI/AAAAAAAAABY/l5wXl_jnTOE/s1600-h/DSCN5661.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SDqEWsiXFiI/AAAAAAAAABY/l5wXl_jnTOE/s320/DSCN5661.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204617844827297314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bergaya ala sendiri disebuah pelatihan manajemen zakat di Jakarta sangat mengesankan. apalagi momennya nasional. bukan hanya bisa nampang, namun makin terasa manfaatnya mengemban profesi sebagai amil zakat tentunya..&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulan agustus yang lalu, dompet dhuafa menggelar pelatihan untuk amil zakat yang diikuti oleh seluruh amil zakat yang berada di indonesia. pelatihan ini membahas mengenai persiapan menyambut ramadhan. untuk menggagas program2 yang apik dan khas memang perlu sharing dari beberapa praktisi amil zakat. peltihan 2 hari ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. ada Miranti Abidin, Erie Sudewo, Ahmad Juwaini dan Rahmad Riyadi. saya dan temen2 nginep di asrama haji cempaka putih sama temen2 dari lampung, kalimantan dan banjarmasin. catatan dari pelatihan ini adalah, Amil zakat harus mampu membuat program pemberdayaan yang efektif, terarah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara berkala. seorang amil harus mempu berkomunikasi dengan baik, menjalin kemitraan yang luas dan profesional. seorang amil harus mencintai profesinya, peka terhadap masalah sosial, amnah dan transparan. ketika profesi ini menjadi pilihan hidup, maka sebuah pengabdian terbentang sebagai persembahan hidup yang paling indah hingga ujung usia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-523855483779725436?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/523855483779725436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=523855483779725436&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/523855483779725436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/523855483779725436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/amil-zakat.html' title='Amil Zakat'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-UiZmW9BIjY/SDqEWsiXFiI/AAAAAAAAABY/l5wXl_jnTOE/s72-c/DSCN5661.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-7917360055481400494</id><published>2008-05-15T22:31:00.001-07:00</published><updated>2008-05-15T22:31:48.911-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percik'/><title type='text'>Bersyukur</title><content type='html'>Hari ini, sejenak mari kita renungkan perjalanan hidup yang telah kita lalui. Pejamkan mata dan hadirkan bagian-bagian dari episode kehidupan yang sudah kita arungi. Rasakanlah, peristiwa hidup mana yang begitu menggelayut berat dalam jiwa kita. Lalu, lihatlah peristiwa hidup mana yang ternyata bernilai kemudahan, keringanan, keluasan yang kita rasakan dan lalui dalam hidup ini. Tadaburkanlah firman Allah SWT, ”Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. ” (QS. Al Insyirah : 5-6).&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita hitung lagi, adakah bagian penderitaan lebih dominan dalam hidup kita? Atau bagian  keringanan, kemudahan, kelapangan, yang lebih banyak kita rasakan? Kesulitan tidak akan berdiri sendiri. Karena dalam kesempitam, pasti ada keluasan yang diberikan Allah untuk kita. Karena dalam kesusahan, pasti ada kemudahan yang dihamparkan-Nya untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uscapkanlah ”Alhamdulillah” dengan sepenuh nafas dan penghayatan yang dalam. Syukurilah semua fase hidup yang kita alami disini. Kerena ternyata seluruh ruang kehidupan kita tak pernah terlepas dari limpahan rahmat Allah. Segenap gerak dan langkah kita disini,selalu diikuti dengan kucuran karunia Allah yang melimpah ruah.semua peristiwa yang kita alami di sini, selalu berada dibawah naungan cinta Allah. Semuanya.... seluruhnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bersyukurlah... tanpa putus...selalu dan selamanya.. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-7917360055481400494?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/7917360055481400494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=7917360055481400494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7917360055481400494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7917360055481400494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/bersyukur.html' title='Bersyukur'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-2961780734187211453</id><published>2008-05-15T22:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T22:29:58.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Berjanjilah Disini..</title><content type='html'>Pernahkah kita memikirkan, bahwa banyak kesamaan antara kita, manusia dengan pohon? Pernahkah kita merenungkan, bahwa ada banyak kemiripan antara sifat-sifat kita dengan sifat pohon? Perhatikanlah berbagai fakta ini, ada pohon yang bisa memberi manfaat kepada manusia, dan ada juga pohon yang sama sekali tidak ada gunanya. Ada pohon yang bisa berguna sebagai makanan atau bahkan sebagai obat, tapi ada juga pohon yang justru menjadi beban dan membawa penyakit. Ada pohon yang akarnya begitu kuat mencengkram tanah dan dahannya tinggi menjulang ke langit, sementara ada pula pohon yang akarnya lemah, batangnya kurus dan tidak bisa berdiri tegak. Ada pohon yang begitu indah dan menarik orang untuk melihatnya, tapi ia hanya layak untuk menjadi pajangan atau hiasan saja. Ada pohon yang batangnya kokoh dan akarnya kuat sehingga ia mampu melawan terpaan angin. Tapi ada yang hanya dengan tiupan angin perlahan, ia sudah tumbang.  &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah,.. persamaan-persamaan antara sifat kita, manusia, dengan sifat pohon. Dari sinilah kita akan mengerti mengapa Al-Qur’an pun menguraikan tasybiih (penyerupaan) dengan syajarah (pohon) dan anasir pohon. Salah satunya dalam surat ibrahim ayat 24-25, ketika Allah SWT memberi perumpamaan tauhid itu sebagai pohon yang berkualitas baik. Ternyata, hati seorang Mukmin yang didalamnya tertanam kalimat tauhid, tak berbeda dengan kondisi pohon yang disebut sebagai syajarah thayyibah itu. Seorang Mukmin jasadnya tercipta dari tanah, tapi ruhnya bergantung pada petunjuk dari langit. Bersahabat dan berteman dengan seorang Mukmin, duduk di dekatnya dan berinteraksi dengannya pasti memberi manfaat. Ia kokoh kala diterpa topan kesulitan, selalu memberi buahnya kepada manusia yang lain. Hatinya, amal-amalnya, perkataannya, tasbihnya, menjulang tinggi di langit dan menurunkan barakah keimanan dan pahala setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah kita? Pohon yang menebar manfaatkah? Atau pohon yang justru menebar penyakit? Pohon yang kuat dan kokohkah? Atau pohon yang lemah dan tak memiliki akar? Pohon yang indah dan menarik sajakah, tapi hanya memberi hiasan belaka? Pohon yang kuat melawan terpaan anginkah, atau pohon yang mudah patah oleh sekedar tiupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rosulullah SAW pun dalam beberapa hadistnya menyampaiakan permisalan kita dengan anasir pohon. Lihatlah bagaimana sabdanya ketika membandingkan kualitas manusia satu sama lain, terkait interaksinya dengan Al-Qur’an. Rosulullah SAW menyebut seorang Mukmin membaca Al-Qur’an dan menerapkan isinya, seperti buah utrujah. Sebagian ulama mengqiyaskan buah utrujah adalah buah jeruk. Yakni buah yang baunya sedap dan rasanya nikmat. Rosulullah juga menyebutkan seorang Mukmin yang tidak membaca Al-qur’an, seperti buah tamrah, atau buah kurma. Rasanya nikmat, tapi tidak mempunyai bau. Sedangkan orang-orang yang berbuat banyak dosa, tapi membaca Al-qur’an diumpamakan dengan buah raihanah, yaitu buah yang baunya sedap, tapi rasanya pahit. Lalu  Rosulullah memberi perumpamaan orang yang banyak dosa dan tidak membaca Al-Qur’an seperti buah hanzalah, yang baunya busuk dan rasanya tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjanjilah disini...kita akan terus menempa diri menjadi pohon yang indah, dahannya kuat menjulang, kokoh dan menebar manfaat. Kita akan bekerja sekuat tenaga untuk sampai pada permisalah anasir pohon, buah yang mempunyai bau semerbak dan lezat rasanya. Mari himpun kekuatan kebersamaan kita disini, untuk mencapai cita-cita itu .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-2961780734187211453?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/2961780734187211453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=2961780734187211453&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2961780734187211453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2961780734187211453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/berjanjilah-disini.html' title='Berjanjilah Disini..'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-6543920699469566128</id><published>2008-05-15T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T22:28:07.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Rahasia Menjadi Kaya</title><content type='html'>Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, seperti biji benih yang menumbuhkan tjuh buah tunas. Setiap tunas mengeluarkan seratus biji. Dan Allah melipat gandakan pahala siapa saja yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS : Albaqarah : 261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya atau miskin, banyak atau sedikit, lama atau sebentar, susah atau mudah, ternyata tergantung bagaimana kita memandangnya. Uang Rp. 20.000 terasa sangat besar sekali tatkala seseorang memasukannya kedalam kotak infaq. Tapi menjadi kecil sekali bila di bawa untuk berbelanja di mall. Lama sekali rasanya berada dua jam di masjid, tapi betapa cepatnya dua jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop. Betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan bola favorit, tapi betapa bosannya bila imam sholat tarawih bulan ramadhan yang bacaannya lama. Banyak realitas paradoks dalam hidup kita. Seperti juga soal kaya miskin, menjadi adsurd penilaiannya. Orang kaya bisa merasa miskin, dan orang miskin bisa merasa oran kaya. Orang berada bisa merasa sebagai orang berada. Maka yang paling penting bagi kita adalah bagaimana menjadi kaya yang sesunggunya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi kekayaan secara materi sangat mudah dipahami. Demikian juga pengertian miskin secara harta, mudah dipahami. Tetapi bila keduanya berdampak kepada kemiskinan iman, kemiskinan amal kebajikan, kemiskinan keshalihan, maka kaya dan miskin secara materi, menjadi tidak memerlukan definisi baru, sebagai sumber kemiskinan sejati. Sebaliknya, kaya dan miskin secara materi, justru menjadi sumber kekuatan untuk melahirkan kekayaan iman, kekayaan keshalihan, dan kekayaan kebajikan, maka keduanya sumber kekayaan, bahkan kekayaan itu sendiri. Karenanya diluar kekayaan harta yang melimpah, harus ada pencarian makna baru dari kekayaan, dalam konteks kaya untuk modal berbuat kebaikan. Salah satu sumber kekayaan yang mempunyai makna adalah menjadi kaya dengan berinfaq. Paradigma lain soal kekayaan adalah kekayaan dibalik infak dan shodaqoh yang kita keluarkan. secara materi, orang yang mengelurkan hartanya adalah mengurangi hartanya. Tetapi sesungguhnya, pada saat yang sama ia tengah menanam sebuah bibit yang dijanjikan Allah akan berbuah berlipat-lipat. Sesuai dengan firman Nya ”Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, seperti biji benih yang menumbuhkan tjuh buah tunas. Setiap tunas mengeluarkan seratus biji. Dan Allah melipat gandakan pahala siapa saja yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-6543920699469566128?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/6543920699469566128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=6543920699469566128&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6543920699469566128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6543920699469566128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/rahasia-menjadi-kaya-perumpamaan-orang.html' title='Rahasia Menjadi Kaya'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-8001269637012537965</id><published>2008-05-15T22:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T22:23:59.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percik'/><title type='text'>Spirit Pagi</title><content type='html'>Pagi seprti tak pernah bosan menyapa kita. Kala sakit, bersedih, berduka, atau sedang bersuka cita. Pagi selalu datang dengan berjuta optimisme dan harapan. Hingga sekarang mungkin tak terhitung lagi, sudah berapa kali pagi menyambangi kita. Kebanyakan kita terkadang kurang peduli dengan bilangan hari, karena kita lebih banyak menghitung usia dari bilangan tahun. Padahal hari demi hari adalah rahasia nilai hidup kita. satu hari, selalu dimulai dengan datangnya pagi. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kualitas kita memulai awal hari biasanya sangat menentukan perjalanan kita pada hari itu. Pagi hari suasananya tak pernah berubah. Pagi yang dulu masih tetap seperti pagi yang sekarang. Penuh dengan kesejukan dan kesegaran. Tetapi itulah karakter waktu. Ia tidak pernah berubah kecuali Allah menentukan takdirnya yang lain, atau masa yang telah ditentukan telah tiba, yang berarti keberlangsungan dunia ini akan segera berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanglah langit, perhatikanlah ke Maha Kuasaan Allah disana. Agar kita bisa menyibak rahasia dasyat di pagi hari. Ini adalah suatu kebiasaan yang dilakukan Rosulullah SAW. Rosulullah mengajarkan kita kita untuk mengarahkan pandangan pada kerajaan langit dan bumi. Menggerakan akal pikiran supaya kita suka mengenang serta merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kuatkan ikrar kebersamaan kita disini.... di jalan Allah. Semoga esok hari kita masih disapa oleh pagi dan dapat mempersembahkan prestasi yang terbaik....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-8001269637012537965?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/8001269637012537965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=8001269637012537965&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8001269637012537965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8001269637012537965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/spirit-pagi.html' title='Spirit Pagi'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5778657687294887216</id><published>2008-05-15T22:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T22:20:54.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percik'/><title type='text'>Menyambut Pagi</title><content type='html'>Tariklah nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan-lahan. Lihatlah keluar. Pandanglah alam yang masih sunyi dan bergeliat menandakan kehidupan. Tak ada keheningan yang lebih menghidupkan dari pada keheningan pagi. Saat dunia tampaknya seperti surga. Udara pagi itu segar luar biasa, karena pemandangan pagi juga begitu menakjubkan. Bangunlah di pagi hari. Sisa bulan semalam yang menjadi pucat dan tergeser sinar pagi yang semburat. Bintang gemintang lengser karena langit perlahan-lahan telah menjadi terang. Lihatlah sisa-sisa hewan malam kembali kesarangnya, dan melihat hewan-hewan siang bergerak. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah arus bolak-balik yang menakjubkan hati. Padahal sesungguhnya hewan-hewan itu baru mewakili satu gerakan di alam ini. Belum lagi pergerakan alam yang berlangsung serempak dengan jumlah yang tak terhingga. Hingga kemudian, sinar matahari keemasan terpantul di pepohonan dan lembar demi lembar daun. Pemandangan ini membuat kehidupan begitu berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,... dekaplah detik-detik keheningan pagi, ucapkan syukur pada Allah atas anugerah terindah hari ini. Dia begitu sempurna mencintai kita.... &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5778657687294887216?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5778657687294887216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5778657687294887216&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5778657687294887216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5778657687294887216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/menyambut-pagi.html' title='Menyambut Pagi'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-3794145426393230586</id><published>2008-05-03T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-03T01:22:44.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Ketekunan Tukang Pijit</title><content type='html'>Sudah berkali-kali, Herman Buyung (40) memenuhi panggilan pihak sekolah lantaran anaknya belum melunasi biaya sekolah. Ia terjepit dilema, pilihan manakah yang harus diutamakan. Membayar kontrakan, memenuhi kebutuhan dapur, atau biaya sekolah anak. Tiga-tiganya buah simalakama, tidak hanya untuk menentukan, memenuhi salah satunya saja sungguh sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian tidak boleh malu. Selama tidak diusir dari sekolah, tetap saja sekolah, nanti bapak yang akan temui kepala sekolah”, kata Herman pada empat anaknya menyemangati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya selalu ingatkan anak-anak. Kita boleh miskin tetapi pendidikan tak boleh berhenti. Sesulit apapun jalan yang harus ditempuh, saya akan tetap berjuang untuk membiayai anak-anak”, terang lelaki asal Solok, Sumatera Barat yang berprofesi sebagai tukang pijat keliling itu.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tujuh tahun, Herman Buyung menekuni profesinya sebagai tukang pijat keliling. Dengan mengendarai sepeda pancal, yang dipasang papan nama, Herman berputar dari perumahan ke perumahan. Dari jam sepuluh pagi ia berangkat, pulang ke kontrakannya di bilangan Cimanggis, Depok, bisa sampai jam empat jelang subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak pernah mengeluh. Semangatnya meledak-ledak, acapkali bicara pendidikan dan masa depan anak-anaknya. Herman, selalu menanamkan pada anak-anaknya untuk hidup mandiri dan tidak gengsi. Tinggal di kontrakan yang sempit, tak boleh membuat anak-anaknya rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini masalah nasib dan ujian. Kita mau menyerah dan menjadi peminta-minta, atau kita bangkit dan bekerja keras. Alhamdulillah, anak-anak saya bisa memahami keadaan saya”, ungkap Herman yang juga pernah menjadi sopir angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memijat keliling, usai sholat subuh, Herman memanfaatkan waktu untuk bercocok tanam di lahan kosong dekat kontrakan. Lahan itu, ia tanami singkong dan ubi-ubian. Hasilnya lumayan untuk mengganjal kebutuhan dapur dan dibagi ke para tetangga. Demikian pula sang istri, juga membantu Herman dengan membuat susu kedelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizki Septian, anak kedua Herman yang duduk di bangu kelas tiga MTs Nadlatul Qoir, kebagian jualan susu kedelai itu. Jam satu siang, sepulang sekolah, Rizki berjalan kaki sembari memikul susu kedelai menuju ke perempatan lampu merah Gas Alam, Cimanggis. Jarak dari kontrakan ke Gas Alam lebih kurang empat kilo meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kasihan sebenarnya. Saya suruh naik angkot, katanya sayang uangnya pak, lumayan buat nambah biaya sekolah”, kata Herman yang kerap terharu melihat kegigihan putra putrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Rizki yang gigih meringankan beban orang tuanya. Anak ketiga Herman yang duduk di bangku kelas satu di sebuah SMP swasta, juga turut membantu dengan jualan es lilin di SD Mekarsari. Demikian pula anak pertamanya, tak ada anak-anaknya yang berpangku tangan. Herman mengaku bangga dan bersyukur, memiliki anak-anak yang rajin dan taat pada agama. Apalagi, dari empat anaknya itu, semua masuk dalam peringkat sepuluh besar di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman memang tak sempat sekolah. Ia berhenti di tengah jalan sampai kelas tiga sekolah dasar. Tetapi, ia mengisi kekurangannya itu dengan melahap berbagai macam buku bacaan, Koran, dan majalah. Dari membaca itulah, ia menyadari pentingnya pendidikan. Ia meyakini, dengan pendidikan kemiskinan yang melilitnya bisa terurai. Itulah mengapa ia terus berlelah-lelah siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam tulisan yang saya baca, orang-orang yang sukses dalam hidupnya, dulu mereka juga orang-orang yang hidupnya menderita. Saya yakin, kesabaran dan kegigihan anak-anak saya akan memetik buahnya kelak”, kata Herman Buyung sembari bersiap mengayuh sepedanya, menyusuri jalan di gang-gang perumahan untuk menawarkan jasa pijat. Jika nasib beruntung, sehari ia bisa medapatkan lima pasian. Kalau nasib kurang baik, tak seorangpun menjadi pasiennya. Ia tetap sabar dan semangat. adhiatmoko &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-3794145426393230586?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/3794145426393230586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=3794145426393230586&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3794145426393230586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/3794145426393230586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/05/ketekunan-tukang-pijit.html' title='Ketekunan Tukang Pijit'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-2925628164411902639</id><published>2008-04-24T23:40:00.001-07:00</published><updated>2008-05-03T01:51:25.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Lonceng Kematian LAZ</title><content type='html'>oleh : Erie Sudewo (social entrepreuneur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssst, draft RUU Zakat pengganti UU 38/1999, sampai di tangan. Di era keterbukaan, menggagas diam-diam mematangkan misteri. Harusnya melegakan, tapi resah yang terpicu. Bola jelas bakal liar, yang implikasinya meluas. Kebijakan seolah cuma uji coba. Tak peduli pada tatanan yang telah terpola sebaik apapun. Gairah zakat berkat paduan strategi dan siasah selama ini porak poranda. Struktur yang terbentuk pun terjungkal sia-sia. Bingung, yang meretas kebingungan lain. Ketidakpastian, itulah kepastian yang dihadapi di tiap perubahan UU. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam Soal&lt;br /&gt;RUU Zakat setidaknya punya delapan perkara. Tulisan ini merupakan satu dari delapan rencana tulisan berseri. Kini kita kupas pasal 7 ayat 2. Isinya: “Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah dikukuhkan di instansi pemerintah dan swasta diubah statusnya menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Badan Amil Zakat (BAZ) setempat”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada enam masalah berkait dengan pasal ini. Pertama nasib LAZ memang tak pernah dihargai. Pasalnya jelas. Karena LAZ seperti DD Republika, RZI, PKPU, BM Hidayatullah dan DPU DT merupakan produk masyarakat. Bukan ingin mendahului kehendak Allah SWT. Tapi tanpa LAZ, dunia zakat di Indonesia tak bakal marak. LAZ terbukti menginspirasi lahirnya tiga hal penting. Pertama UU 38 tentang Pengelolaan Zakat disahkan tahun 1999. Kedua LAZ membuahkan hasil terbentuknya sub-direktorat zakat di Depag. Dan ketiga, tanpa LAZ mustahil BAZNAS ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pameo ’air susu dibalas dengan air tuba’, bukan tanpa makna. LAZ sang inspirator, justru sedang dikubur oleh lembaga yang lahir berkat LAZ. Sementara beberapa negara luar yang telah kirim dutanya – seperti Tanzania tahun 2002 – amat tertarik dengan LAZ sebagai satu role model. PPZ (Pusat Pungutan Zakat) Malaysia, bahkan juga jajaki aliansi twin sister dengan DD Republika. &lt;br /&gt;Di 2002 itu juga, Indonesia masuk dalam 59 negara gagal yang dibahas World Economic Forum dan Universitas Harvard. Ciri negara gagal, di antaranya angka kriminal dan kekerasan tinggi; korupsi meraja lela; miskinnya opini publik; serta tingginya suasana ketidakpastian (Meuthia Ganie-Rochman, Kompas, 4 Jan’08). Kontradikitf: di sisi pengelolaan zakat, LAZ jadi role model. Di penyelenggaraan negara, Indonesia masuk dalam contoh studi pembangunan negara gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kedua alih-alih asset, di mata pemerintah, LAZ adalah pesaing. Aroma ini sudah tersedak di UU 38/1999. Begitu semangatnya, hingga arsitek UU 38/1999 gagal sembunyikan ketersinggungannya karena zakat dikelola masyarakat. Padahal konsep negara modern, menuntun pemerintah tak perlu berlelah-lelah kerjakan serba sendiri. Lebih-lebih kemiskinan yang 120 juta orang (World Bank), harusnya mentawadhukan pemerintah lebih rendah hati. Syukur-syukur bisa melafal hamdallah karena hadirnya LAZ. Apalagi sebagai negara gagal, mestinya pegiat zakat dihadiahi medali. Lho, malah diancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan justru itulah soal ketiga, kreatifitas bottom up dicoba diberangus. Padahal dalam konteks negara gagal, kreatifitas jadi penghela untuk lepas dari keterpurukan. Bottom elas bukti konkrit masyarakat yang tak pernah bisa diam. Lantas bukankah kreatifitas bottom up LAZ, hasilkan pengelolaan zakat ala Indonesia. Khasanah pengelolaan zakat dunia diperkaya. Konteks zakat, hanya bisa dikuak muamalahnya dengan kreatifitas. Gaya top down Orde Baru, ternyata masih kuat melekat. Maka kemandegan, itulah tanda-tanda dunia zakat Indonesia ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, karena dunia zakat mandeg, motivasi pun tergerus. Kebijakan ini menambah contoh, ihtiar selalu disumbat. Apakah karena pemerintah, kebijakan mematikan pun otomatis dianggap maruf? Demotivasi pegiat zakat, bakal terpicu hebat. Begitu RUU disahkan, dunia zakat Indonesia pasti ditinggal orang-orang terbaiknya. Kebijakan yang ‘mengganggu’ ini, berpotensi gagalkan tujuan kebijakan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, atas nama agama, kebajikan zakat yang telah nyata dicerabut. Di balik kebajikan, itulah kepercayaan. Namun karena dianggap benda mati, kepercayaan seolah mudah saja dialihkan pada lembaga bentukan pemerintah. BAZ-nya tak salah. Kredibilitas pemerintah yang jadi soal. Berbeda dengan calhaj yang terpaksa ‘mau’ diatur karena no choice. Bagi sebagian muzaki, gaya top down jadi problem. Begitu RUU disahkan, itulah aba-aba: Memilih salurkan langsung ke masyarakat, tetap ke LAZ meski diberangus atau turuti kehendak RUU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka keenam, siapa bakal ambil alih tanggung jawab dan biaya kegiatan yang telah berjalan di masyarakat? Negara bukan hanya terbukti gagal lindungi, rakyat miskin malah terus bertambah. Sedang LAZ yang coba membantu, justru hendak dipunahkan. Dibantu malah tersinggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggalkan Baju Zakat&lt;br /&gt;RUU Zakat, agaknya kebijakan ketersinggungan. Gegabahnya menikam banyak pihak. Masyarakat pun digiring apatis. Mudahkah gapai tujuan yang dipandu nalar ego? Set back dan demotivasi. Begitu kekagetan banyak pihak menyimak RUU Zakat. Siapa yang tak geleng kepala, kreatifitas zakat yang telah terpola direngut. Atas nama agama pula, buah-buah kebajikan dicabuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan RUU Zakat, ada yang terbahak, ada pula yang masghul. Sedikit yang mau tahu, namun banyak sekali yang tak peduli. Yang diam dianggap ‘sopan’. Yang aktif mengadvokasi dianggap sakit hati. Sambil mengamati ketidakpastian, harapan tinggal di DPR. Cermatkah DPR deteksi klausul tak produktif. Jika tidak, LAZ jelas tanggalkan ‘baju zakat’ untuk beralih ke LSM. Sebab Depsos yang ‘sekuler’ terbukti malah lebih bijak. Tak terbersit jadikan LSM dan NGO sebagai UPS (Unit Pegiat Sosial). Sementara muzaki yang masih ingin salurkan zakat, tetap bisa dilayani oleh LSM dengan nafas baru ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-2925628164411902639?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/2925628164411902639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=2925628164411902639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2925628164411902639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2925628164411902639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/04/lonceng-kematian-laz.html' title='Lonceng Kematian LAZ'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-255081859521021556</id><published>2008-04-11T23:44:00.000-07:00</published><updated>2008-05-03T02:06:49.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Zakat'/><title type='text'>Manajemen Keungan Zakat</title><content type='html'>Esensi lembaga zakat baik BAZ yang dikelola oleh pemerintah, maupun LAZ yang dikelola oleh swasta. Semuanya merupakan lembaga keuangan. Namun tegasnya bukanlah lembaga keuangan perbankan dan bukan pula lembaga keuangan asuransi. Memang ada perbedaan karakter yang mendasar membandingkan antara lembaga zakat, perbankan dan asuransi. Menurut Ibu Silviadeka Acounting BAZ kota Batam mengatakan dalam talk show renungan sore yang di tayangkan oleh Batam Televisi dan LAZ DSNI Amanah, perbedaan Lembaga keuangan lembaga zakat dengan lembaga keuangan perusahaan adalah dari sisi penyajian pelaporan. Jika perusahaan melaporkan dari sisi rugi dan laba, lembaga zakat harus melaporkan semua dana yang dikelola dan  Mengukur pelaksanaan anggaran yang telah ditetapkan. Disamping itu, lembaga keuangan zakat memiliki kaidah sesuai dengan syari’ah dan  pertanguungjawaban kepada muzaki dan masyarakat, penggunaan dana lebih tepat guna dan berdaya guna. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lembaga zakat ini punya keunikan khusus menyalurakan dana sesuai dengan asnaf zakat, maka kebutuhan dana dapat terantisipasi sejak dini. Sementara itu Ibu Favorita Sri Lestari menuturkan dalam talk show yang sama, dalam pengelolaan dana di lembaga zakat, DSNI Amanah sendiri sebagai lembaga yang mengelola dana masyarakat mempunyai 9 jenis dana yang dikelola yaitu : zakat, Infaq Yatim Dhuafa, Infaq Umum, Dana Kemanusiaan, Fidyah, Hibah, Wakaf, Nadzar dan Dana Dilarang Syari’ah. Semua jenis dana yang dikelola ini mempunyai sifat penyaluran yang berbeda sesuai dengan kondisinya. Seperti dana zakat harus sesuai dengan ketentuan 8 asnaf yang menerima zakat, dalam hal ini fakir, miskin, gharimin, fisanilillah, dll. Sementara dana Infaq Yatim dan dhuafa di khususkan untuk program pendidikan bagi siswa yang statusnya Yatim dan Dhuafa. Dari beberapa penyaluran dana yang dikelola ini, setiap bulan DSNI Amanah mempublikasikan laporan keuangannya kepada Muzaki (orang yang membayar zakat) melalui media komunikasi News Letter dan Mading yang di pajang di kantor DSNI Amanah. Agar dana yang dikelola ini optimal dari sisi pemberdayaan masyarakat, DSNI Amanah lebih mengalokasikan dana untuk progra,-program jangka panjang. Seperti yang telah berjalan adalah Angkutan Pelajar Gratis, Pemberdayaan Desa Pantai dan program Budi Daya Ternak Sehat (BTS). Disamping ada alokasi dana untuk permohonan bantuan dari masyarakat yang setiap hari datang ke kantor DSNI Amanah dengan berbagai bentuk persoalan kesulitan. Jika DSNI Amanah melaporakan pengelolaan dana melalui News Letter, BAZ melaporakan pengelolaan keuangannya kepada pemerintah setiap 3 bulan sekali. Dan secara berkala melalui buletin yang tersebar di mesjid-mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang manajemen keuangan tidak lepas dari standarisasi yang diterapkan untuk sistem aktansi pelaporannya agar masyarakat semakin percaya dengan dana yang di hibahkan kepada lembaga zakat. Salah satu standarisasi untuk lembaga zakat adalah PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Zakat. Saat ini tengah di susun oleh tim Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan komite Akuntansi Syari’ah IAI dan telah berbentuk Draff  yang berisi pengakuan, pengukuran, pengajian, pengungkapan dan tanggal efektif. Menurut Sri Yanto Direktut teknis IAI, Jika dibandingkan dengan PSAK lainnya, PSAK zakat ini memiliki keunikan tersendiri. Keunikan tersebut terletak pada neraca. Layaknya PSAK umum neraca dikelompokan menjadi aset. Kewajiban dan saldo, namun dalam PSAK Zakat neraca dikelompokan menjadi asset, kewajiban dan saldo dana. Dengan keunikan seperti itu IAI mengganggap ini adalah PSAK yang menggunakan basis fund accounting”. Tegasnya. Lebih lanjut Sri Yanto menguraikan berdsarkan PSAK ini Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) diwajibkan menyusun laporan keuangan dengan format meliputi Neraca, Laporan Prubahan Dana, Laporan Arus. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-255081859521021556?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/255081859521021556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=255081859521021556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/255081859521021556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/255081859521021556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/04/manajemen-keungan-zakat.html' title='Manajemen Keungan Zakat'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-2120972615494771955</id><published>2008-03-29T02:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T21:58:19.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Tak Jemu Pada Nasib</title><content type='html'>Lewat waktu ashar di Desa Piu Bung Raya, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, NAD. Khaira Fiani (24), tampak panik melihat serombongan kecil orang asing menuju kediamannya. Ember plastik biru yang dia jinjing buru-buru diletakkan., Kwik, kwik, kwik, terdengar jerit anak-anak itik dari dalam ember itu. Fiani bersegera masuk rumah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Wa’alaikum salam, oh, Kakak,’’ katanya menjawab salam Rani yang datang bersama Budi sang suami, dan direktur Dompet Dhuafa Aceh Friansyah. Rani tak asing lagi buat Fiani. Staf DD Aceh itu termasuk orang yang selama ini peduli padanya. ‘’Silakan duduk, beginilah adanya, Kak,’’ ujar Fiani sambil blingsatan membersihkan ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang tamu itu setengah bangunan yang dihuni Fiani bersama suaminya Aryus (37) dan Intan putri semata wayang mereka. Setengahnya lagi kamar tidur. Luas gubug berdinding kayu ini 3,5 x 6 meter persegi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karpet plastik tak rapat menutupi pelur ruang tamu. Tiada perabot lain di situ kecuali rak piring kecil, dua buah kompor minyak tanah, termos, teapot, dan ceret serta panci mungil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Aduh, Kakak, pakai bawa-bawa segala,’’ Fiani terpekik kecil saat menerima bingkisan sembako dari DD Aceh. Ia lalu menurunkan sejumlah gelas dari rak piring di belakang punggungnya. Cekatan Fiani menyeduh teh celup sambil memangku Intan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sesal dan keluh kesah, perempuan Naggroe itu kemudian menuturkan penggalan kisah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaira Fiani berasal dari keluarga sangat sederhana di pelosok desa. Ia tak punya mimpi apa-apa ketika pada 2001 dinikahi Aryus dan diajak tinggal di Meulaboh. Tak jua ada sesal bersuamikan laki-laki asal Blang Pidie yang kaki kanannya tidak sempurna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski cacat, Aryus pantang menyerah dalam mencari nafkah. Sayangnya, orang lebih suka mengasihaninya ketimbang menghargai kerja keras dia. Aryus tak pernah mendapat pekerjaan tetap. Bahkan ia sempat merantau sampai ke Batam demi bekerja serabutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai cobaan melanda mereka ketika suatu hari ujung jari kaki Aryus tertusuk paku saat bekerja. Ah, sakit sedikit tak apalah, pikir Aryus. Luka dan perih itu pun cukup dia baluri ludah. Selesai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Rupanya, tusukan itu membawa kuman inveksi dan mengenai tulang jarinya. Lama-lama makin sakit. Sudah diobati dan dibalut oleh mantri klinik, tidak sembuh juga. Bahkan punggung kaki kiri Aryus membengkak. Hingga akhirnya ia tak kuasa berjalan kecuali menggunakan kruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat dari tsunami Desember 2004 tak membuat kehidupan Fiani-Aryus membaik. Sebaliknya, kaki Aryus kian menguras harta benda untuk berobat. Ikhtiar penyembuhan ke Jakarta yang dibiayai komunitas warga Aceh di ibukota pun tak membuahkan hasil nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Aryus dan Fiani tak jemu pada nasib. Sementara suaminya terus berburu penyembuhan, Fiani mencari nafkah untuk menyambung hidup. Menjadi buruh tani, juga mencoba membesarkan selusin anak itik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, Intan (5) tak gentar berjalan kaki sejauh 2 km menuju TK-nya tanpa didampingi orangtua. Beruntung dia punya beberapa teman seperjalanan yang dikawal ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, hasil kerja keras Fiani tak seberapa. Untunglah, kerabat dan warga desa tak menelantarkan mereka. ‘’Tanah yang kami tempati ini punya paman. Kalau sudah punya duit Bang Aryus mau membayarnya Rp 6 juta. Kalau gubug ini dulu hasil gotong royong keucik dan para tetangga,’’ Fiani menuturkan kebajikan warga desanya. Selain itu, keucik juga memberinya jatah zakat pertanian berupa padi hasil panen masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegigihan Aryus akhirnya berlabuh ke pintu kantor DD Aceh di Jeulingke, Banda Aceh. ‘’Kunjungi rumahnya, kalau memang layak akan kita bantu,’’ Friansyah menugaskan Rani untuk merespons permohonan Aryus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani pulang dari kediaman Aryus dengan berlinang airmata. Sejak itulah, Aryus menggantungkan biaya operasional pengobatannya pada DD. Untuk transportasi, makan, dan administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kakinya sedikit berangsur membaik. Kini Aryus sanggup berobat sendirian meski tertatih-tatih ke klinik di kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Dengan dukungan para dermawan, mudah-mudahan DD Aceh akan sanggup membiayai operasi kaki Aryus dan membayar tanah yang ditempati keluarganya,’’ Friansyah berharap. Insya Allah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-2120972615494771955?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/2120972615494771955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=2120972615494771955&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2120972615494771955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2120972615494771955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/lewat-waktu-ashar-di-desa-piu-bung-raya.html' title='Tak Jemu Pada Nasib'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-4705034043476679337</id><published>2008-03-29T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T21:59:13.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>Kode Etik Amil Zakat</title><content type='html'>Amil zakat adalah profesi yang semestinya harus ada dalam kehidupan mat islam. Keharusan ini ditentukan oleh Allah melalui wahyu Nya dalam Al-qur’an. Amil zakat bertugas menjadi mediator sirkulasu zakat dari pemberi zakat kepada penerima zakat. Jika tak ada Amil, maka roohlah tiang penyangga pengelolaan dana zakat. Berkaitan dengan amil zakat ini, jum’at kemarin tanggal 28 Maret 2008. acara renungan sore memahas mengenai kode etik amil zakat.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang berdurasi 60 menit ini menghadirkan praktisi sosial dari lembaga amil zakat DSNI Amanah Bapak Ir. Moch Arief dan ustadz dari Forum Asatidz Nurul Islam Ustadz Dedeng Ahmad Zidny, Lc. Dalam diskusi interaktif di renungan sore yag di pandu oeh Widyawati mengupas lebih lengkap tetang kiprah Amil zakat dalam prakteknya di masyarakat. Profesi Amil zakat yang bertugas menghimpun, mencatat, dan mendistribusikan zakat syarat dengan nilai-nilai akidah sesuai dengan syari’at islam. Beberapa  sifat yang harus dimiliki  Amil adalah jujur, amanah dan profesional. Jika syarat ini sudah dimiliki, Amil akan mengerjakan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang ada sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat. Dari sisi manajemen zakat, dalam menjalankan tugasnya Amil harus full time dan memahami fiqih zakat serta melayani donatur dan penerima zakat dengan sepenuh hati. Kode etik Amil zakat akan mementuk amil zakat yag memandang bahwa mengelola zakat adalah amanah yang sangat besar dari Allah SWT. Tugas mulia mengelola zakat betul-betul dilandasi semangat beribadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Karena keikhlasan yang mendalam, amil zakat akan menampilkan perilaku pengelolaan zakat yang sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah SWT dan Rosul-Nya. Hasilnya adalah penampakan akhlak yang mulia dalam mengelola zakat. Salah satu bentuk prilaku amil adala memiliki jiwa santn dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu orang-orang miskin. Memandang kompetisi dengan sesama lembaga zakat adalah perlombaan dalam kebaikan, sehingga saling menghargai dan menghormati. Untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat, amil harus transparan dan akuntabel. Mendoakan para pembayar zakat (muzakki) sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang telah memberikan sebagian hartanya guna menolong orang lain. Dari rentetan aktivitas amil zakat ini tentunya dukungan pemerintah sangat dipelukan. Pada tanggal 26 Oktober tahun 2005 lalau, di Istana Negara President Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan gerakan sadar zakat, infaq dan sedekah. Sebuah gerakan yang lahir di tengah himpitan hidup yang di alami masyarakat sebagai akibat kenaikan harga BBM yang fantastis. Pencanangan gerakan ini terdengar bagai oase di tengah kesulitan. Semoga upaya ini bukan sebuah seremoni untuk melipur lara atas beban hidup yang dirasakan oleh masyarakat bawah. Namun gerakan ini dapat menjadi warna sendiri untuk mengembangkan ekonom dan instrument pengentasan kemiskinan. Gerakan ini hendaknya merupakan implementasi dari uapaya mewujudkan peradaban zakat, yaitu sebuah tatanan nilai prilaku, dan budaya masyarakat yang telah terwarnai makna hakiki zakat. Zakat ibarat harta karun. Luar biasa nilainya namun harus digali dari dalam bumi. Jika zakat diyakini sebagai solusi, harusnya begitu dihargai. Menggarap zakat adalah amanah umat. Dan seuah cita-cita tinggi tengah di usung oleh Amil zakat yang kompeten dalam mengelola zakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-4705034043476679337?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/4705034043476679337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=4705034043476679337&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4705034043476679337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4705034043476679337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/kode-etik-amil-zakat.html' title='Kode Etik Amil Zakat'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-6096521064076145909</id><published>2008-03-19T04:05:00.000-07:00</published><updated>2008-03-19T04:09:21.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Tertawa Menyakitkan</title><content type='html'>Kang Karmun terbelalak. Wajahnya memerah menahan amarah. Nyaris ia bangkit berdiri untuk membanting televisi yang tengah menyiarkan berita liputan petang di SCTV. Suasana di dalam kontrakan adik Kang Karmun di bilangan Cimanggis, Depok itu sempat tegang. Berita di televisi menjadi pemicu meledaknya amarah itu.&lt;div class="fullpost"&gt;Karmun bersama istri dan dua anaknya sengaja mengungsi lantaran rumahnya di Mampang habis dilalap banjir yang mengepung Jakarta sejak Jumat (2/2) lalu. Tak ada yang dapat diselamatkan kecuali selembar pakaian yang nempel di badan. “Dasar menteri tak punya hati nurani!”, umpatnya kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pernyataan Menkokesra Aburizal Bakrie tentang, banjir di Jakarta masih biasa saja karena para korbannya masih bisa tersenyum dan tertawa yang menyulut kemarahan Karmun. Statement seorang pejabat seperti di televisi itu, bagi korban banjir seperti Karmun memang amat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum dan tertawa, sebuah prilaku misteri. Ia bisa mewakili rasa puas dan bahagia. Tetapi, jika nurani kita menyelami lebih dalam, sungguh muskil ada orang puas dan bahagia karena dilanda bencana. Sebaliknya, senyum dan tertawa dapat pula mewakili sindiran dan cemoohan. Jangan-jangan, para korban banjir tertawa lantaran mentertawakan ketidakmampuan pejabat yang hanya sekadar numpang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena senyum dan tertawa itu misteri, maka menghadirkan beragam penafsiran. Aburizal Bakrie mengukur dampak banjir dengan barometer senyum dan tawa korban banjir. Jika korban banjir yang harta bendanya lenyap masih tertawa, itu artinya dampak banjir belum luar biasa. Cukup mudah bukan. Jika saja Pak Menteri sempat lama bergumul di kubangan banjir, bisa jadi pernyataan yang keluar akan berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tertawa bisa juga mewakili stress diri. Lihatlah orang-orang yang bangkrut tetapi lemah imannya. Ia akan bengong kemudian meledakkan tawa. Malah ada yang sampai bunuh diri. Atau orang-orang yang diuji Allah karena kurang ingatan, ia hanya bisa menjalani hidup di dunia ini dengan tertawa. Lantas, apakah ia kita kata bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Kang Karmun, maafkanlah Pak Ical, ia telah melihat bencana banjir ini dari perspektif jiwa malaikat. Pada tingkatan batinnya, kehilangan harta benda sudah bukan hal yang berarti. Beda dengan Kang Karmun, yang akan menyesal hanya karena kehilangan uang seratus perak. Karena penghasilan Kang Karmun amat kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda juga dengan tertawanya anak-anak yang berkubang di dalam banjir. Bagi anak-anak kurang mampu, banjir telah menjadi arena bermain dan berenang yang gratis. Tanpa perlu merengek minta uang ke orang tuanya untuk menyewa kolam renang, mereka dapat bermain air sepuasnya. Tanggalkan dulu pikiran jorok dan sakit, mereka sudah lupa itu saking beratnya beban hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Pak Menteri memakai pikiran anak-anak ini, tertawanya korban banjir memang benar tertawa bahagia. Tetapi, bagi para orang tua yang makin hari dililit ekonomi sulit, sungguh banjir ini telah melumpuhkan sendi kehidupan. Kalau toh tertawa, tawa itu amat pahit. Mesem itu kecut. Dan tawa yang justru mentertawakan para pejabat yang hanya mampu bersafari dalam kondisi banjir begini.&lt;br /&gt;Maka, tak perlu malu meminta maaf pada orang-orang kecil yang ditimpa musibah dan disakiti hatinya. Jangan sampai, doa mereka yang teraniaya menembus pintu langit hingga Allah menurunkan azab pada orang-orang dhalim. Orang-orang yang telah menyakiti dan menyepelekan penderitaan masyarakat kecil yang ditimpa bencana. Astaghfirullah. s adhiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-6096521064076145909?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/6096521064076145909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=6096521064076145909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6096521064076145909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/6096521064076145909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/tertawa-menyakitkan.html' title='Tertawa Menyakitkan'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-7931048305387398285</id><published>2008-03-19T02:41:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T22:01:43.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Insan Mulia dari Pulau Madura</title><content type='html'>Dahulu disebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh, usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekadarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari itu sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum si nenek datang. Pada hari itu ia datang dan langsung masjid. Usai shalat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi kemasjid da menangis dengan keras. Ia mempertanyakan kenapa daun-daun itu sudah disapu sebelum kedatangannya. Semua orang yang berkerumun menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. ”jika kalin kasihan kepadaku,” kata nenek itu, ”berikan kesempatan padaku untuk membersihkannya.” singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang Kyai yang terhormat diminta untuk menanyakan kepada si nenek, mengapa ia sangat bersemangat membersihkan dedaunan itu. Si nenek mau menjelaskan alasannya tetapi dengan 2 syarat. Pertama, hanya Kyai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. (Saat ini si nenek sudah meninggal dunia). Ternyata inilah rahasia si nenek yang disampaikan kepada Kyai mulia dari Madura Ustadz D. Zawawi Imran : ”Saya ini perempuan bodoh pak Kyai, saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat tanpa syafa’at dari Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun yang terserak di halaman masjid, saya ucapkan satu shalawat kepada Rosulullah. Kelak jika saya wafat, saya ingin kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan shalawat kepadanya.” . Si nenek yang berasal dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal di hadapan Allah SWT. Lebih dari itu ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur. Ia tidak mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat bagi semua alam selain Rosulullah SAW?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saat lantunan shalawat bergema hingga menyentuh raga, kibarkan ikrar di dalam dada untuk selalu mencintai Rosulullah. Mari tenggelam dalam kesunyian. Hanyut dalam keheningan. Mendengarkan setiap tarikan nafas. Merasakan detak dan irama jantung. Mari bertafakur, bermunajat, berdoa dan berkirim shalawat kepada Nabi kita disaat yang paling indah, ketika Ia lahir kedunia untuk menjadi rahmat bagi semua alam. Saat tak ada orang lain yang mengetahui amal-amal kita. Ketika tak satupun orang yang memperhatikan kita. Hari ini, selalu dan selamanya, torehkan dalam hati kita Rosulullah selalu hadir sebagai sosok panutuan dengan segenap kecintaan kita padanya. (widya)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-7931048305387398285?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/7931048305387398285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=7931048305387398285&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7931048305387398285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/7931048305387398285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/insan-mulia-dari-pulau-madura.html' title='Insan Mulia dari Pulau Madura'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-1029880472037640759</id><published>2008-03-07T21:56:00.000-08:00</published><updated>2008-05-04T22:03:18.589-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Memahami Kehendak Allah</title><content type='html'>Biarkan hari-hari bertingkah semaunya buatlah diri ini rela ketika ketentuan-Nya bicara dan jangan gelisah dengan kisah malam. Karena tidak ada kisah dunia ini yang abadi” (Imam Syafi’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita di dunia tidak lebih dari rangkaian usaha demi usaha. Sambungan ikhtiar demi ikhtiar. Tetapi pada ujung usaha dan puncak ikhtiar itu tak lantas langsung berhubungan  dengan keberhasilan dan kesuksesan. Ada sampul lain yang berbeda, yang menghubungkan dengan keberhasilan itu. Simpul itu ialah kehendak Allah. Simpul yang tidak pernah di ketahui oleh manusia. Simpul itu benar-benar wilayah yang sangat gelap bagi kita semua. Seperti di tegaskan Allah SWT dalam firman-Nya. “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.” (QS.Luqman :34). &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  seorang mukmin jalan hidup yang dilalui tidak selalu datar. Ia bertangga-tangga, bertingkat-tingkat seperti tingkatan kualitas mukmin itu sendiri. Setiap kehendak Allah untuk seorang mukmin selalu baik. Apapun bentuk kehendak itu. Kehendak yang menyenangkan tentu baik untuk kita. Namun tidak sebatas itu, kehendak Nya yang terlihat tidak menguntungkan pun ternyata ada kebaikan yang Allah ”paksakan” untuk kita. Karena hanya Dia lah yang mengetahui hal yang terbaik untuk kita. Boleh jadi ketetapan Allah yang tidak sejalan dengan kita merupakan harga yang harus di bayar untuk kesuksesan yang lain. Usaha mencari pekerjaan umpamanya, kalau ternyata tidak juga kita dapat, bisa jadi kehendak Allah kali ini adalah agar kita membeli tawaran kenikmatan Allah yang lebih baik. Meski terkadang kita harus membelinya dengan musibah sebagai harganya. Dari ruang-ruang seperti inilalh kita bisa mencoba mengais makna lain dari sebuah ketetapan Allah. Agar pada sebuah ujian yang melelahkan, kita tetap punya kebahagiaan lain dengan tidak menambahkan dengan kelelahan yang lain. Kelelahan karena salah menyikapi takdir dan ketetapan Allah. Lorong hidup kita tidak selamanya terang. Terkadang kita harus melalui masa-masa yang gelap. Ada hari untuk kita dan ada hari yang bukan milik kita. Bila hari ini kita merasa orang yang paling bahagia di dunia. Dihari yang lain, kadang kita merasa tidak ada orang yang lebih sengsara dibandingkan kita. Itulah dunia yang berputar dibawah kehendak Allah yang Maha Adil. Apapun yang sedang terjadi hari ini , dalam lorong apa pun  kita sedang berjalan, berbaik sangka kepada Allah harus terpatri dalam hati. Dengan bersyukur atas nikmat yang Ia berikan. Karena apa yang kita dapatkan memang atas kehendak-Nya. Bukan murni kehendak kita. Hidup kita harus dipenuhi dengan berbaik sangka kepada Allah. Jangan ada ruang sekecil apa pun tempat kita berburuk sangka pada Nya. Karena kita akan menemui kehendak Nya sejalan dengan prasangka kita kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-1029880472037640759?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/1029880472037640759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=1029880472037640759&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/1029880472037640759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/1029880472037640759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/memahami-kehendak-allah.html' title='Memahami Kehendak Allah'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-8454046022860405556</id><published>2008-03-07T21:52:00.000-08:00</published><updated>2008-05-04T22:05:11.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sampah dan Bangsa Sampah</title><content type='html'>Oleh : Erie Sudewo (social Entreupreuneur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 28 April 05, Republika memuat foto tentang monumen sampah. Monumen ini berbentuk tugu. Dibuat dari sampah kertas, plastik, botol dan kaleng yang beratnya 2.8 ton. Tugu Sampah yang tingginya 15 meter dengan diameter 32.4 meter ini, dibangun di kampus Universitas Negeri Semarang. Pemuatan foto ini memang sensitif, pasti ada motif di belakangnya. Coba bayangkan, membuat tugu dari sampah dan ditempatkan di sebuah kampus. Ini saja sudah membuat orang bertanya-tanya. Sementara belakangan, soal sampah memang tengah hangat. Lantas dengan dimuatnya di Republika, sempurnalah keinginan pembuat Tugu Sampah.Entah mana yang lebih nakal, pembuat Tugu Sampah atau wartawannya. Ada pesan yang memang berupaya disuguhkan, bahwa satu soal besar yang menghadang bangsa ini adalah SAMPAH. Jakarta punya sampah, Bantar Gebang Bekasi yang meradang. Entah soal Bantar sudah selesai atau belum, di belahan lain warga Cibinong Bogor ramai-ramai menolak sampah Jakarta. Bagai dalam kisah asmara cinta ditolak dukun bertindak, eksportir sampah pun tak kalah gertak. Sampah ditolak, prokem pun bertindak. Belum lagi kasus ini usai, tiba-tiba masyarakat dikejutkan adanya longsoran sampah di Cimahi Bandung. Tak tanggung-tanggung longsoran sampah pun memakan korban. Sesuai dengan jati diri sampah, berita sampah tentu gombal. Tapi soal sampah di Indonesia, kini bukan lagi gombal. Berlarutnya penanganan sampah, pelengkap cermin perilaku sikap hidup. Indonesia memang kaya berita besar yang sensasional, dramatis, memilukan dan sering amat naif. Di belahan dunia manapun longsoran tak bisa lepas dari gejala alam. Namun Indonesia memang selalu membuat orang-orang di luar negeri geleng-geleng kepala. Berbagai asset BUMN dijual ke asing, serta sumber daya alam pun diobral untuk dieksplorasi asing. Kini PIM (Pupuk Iskandar Muda) pun tak kebagian pasokan gas hingga terancam bubar. Di kelapa sawit yang sekian juta ha, kita cuma ekspor CPO (crude palm oil). Tak ada nilai lebih. Di industri mobil yang begitu besar pasarnya, kita juga hanya jadi tukang. Sekian puluh tahun membangun industri mobil, tak satupun ada yang bermerk made in Indonesia. Lantas balik ke soal sampah, timbunan sampah hingga longsor cuma ada di Indonesia. Makan korban jiwa lagi.Karakter BangsaSampah merupakan sesuatu yang tak lagi terpakai, atau memang tak lagi mau dipakai. Sampah beragam jenisnya. Kebanyakan sampah dimahfumi sebagai sesuatu yang berwujud nyata, bisa disentuh dan dilihat phisiknya. Yang tak banyak dipahami orang, ada pula sampah yang tak berwujud. Seperti pikiran yang tak punya nilai apa-apa tentu jadi sampah pikiran. Sebagian masyarakat yang terlibat dalam tindak kriminal, jaringan pengedar narkotik dan pelacuran, juga merupakan contoh-contoh sampah masyarakat. Sampah yang berwujud phisik, onggokannya ada yang bersih, kotor dan bahkan ada juga sampah yang berbahaya. Setiap hari manusia menghasilkan sampah. Binatang pun demikian, termasuk tetumbuhan dan pohon yang semuanya menghasilkan sampah. Berarti hitungannya bukan lagi harian tetapi sudah per detik. Saat masih sedikit, sampah dapat segera ditangani. Sebatang puntung rokok misalnya, sesobek kertas atau sehelai tissue, dengan mudah dibuang ke keranjang sampah. Tetapi saat sampah sudah di keranjang plastik, persoalan pun muncul. Bagi warga yang hidup di tempat kumuh, plastik berisi sampah dibuang sekenanya. Jika di sekitar rumah ada kali atau selokan, pasti dipenuhi sampah-sampah plastik. Jika di situ terdapat lahan kosong, tanpa dikomandoi warga beramai-ramai menjadikan itu tempat pembuangan sampah. Jika tak ada got dan lahan kosong tak ada, tetangga yang punya halaman jadi sasaran. Tiap pagi penghuni rumah harus membersihkan karena selalu saja ada plastik sampah yang dibuang ke halamannya. Cara mudah membuang sampah, warga sekenanya meletakkan di jalan, di kelokan, di sudut jalan atau di persilangan jalan.Di perumahan-perumahan tabiat penanganan sampah berbeda. Di lingkungan ini penanganan sampah sudah lebih tertata. Truk-truk atau gerobak sampah datang membongkar sampah yang ditempatkan di bak penampung di sudut depan rumah. Yang tidak punya bak penampungan, sampah-sampah diplastiki digantung di pagar atau di pohon di depan rumah. Tujuannya baik agar tak diacak-acak binatang. Namun dari segi pemandangan tentu jadi tak sedap. Apalagi jika sampah itu sudah berhari-hari tak diangkat. Lalat berterbangan dan air limbahnya menetes-netes menimbulkan aroma yang juga tak sedap. Di daerah perkotaan, sampah yang berupa kotoran, segera ditampung di septic tank. Tetapi sebagian tradisi masyarakat kita, terutama yang masih tinggal di kampung, tidak mengenal WC. Jika di kampung ada sungai, di situlah mereka buang hajatnya. Karena sebagian masyarakat kita juga tak kenal sumur, maka mereka pun mencuci dan membersihkan diri di kali itu. Jika pemerintah gali lubang tutup lubang cari utangan buat bangun negara, masyarakat desa yang tak kenal WC gali lubang tutup lubang untuk buang hajat di kebun-kebun, di semak belukar atau di lahan kosong. Pokoknya asal tidak di rumah, di manapun jadilah.Sampah merupakan sesuatu yang tidak disukai oleh pemiliknya. Maka begitu sampah diangkat, yang empunya terbebas dari beban. Tiga hari atau bahkan seminggu sampah tak diambil tukang sampah, seisi rumah pasti gempa bumi. Setelah diambil kita tak mau tahu kemana sampah itu dibuang. Entah dibuang ke sungai, digeletakkan di lahan kosong pemukiman rakyat atau di kampung-kampung. Bayangkan apa yang terjadi jika tempat penampungan sampah ada di sebelah istana negara, atau di pemukiman para pejabat atau di Menteng Jakarta Pusat. Jika presiden dan pejabat berkebaratan, mengapa sampah di tempatkan di kampung-kampung? Apakah warga yang kampungnya jadi tempat pembuangan sampah lantas ikhlas? Dalam penanganan sampah begini, yang kerepotan adalah para tukang sampah. Pertama mereka mau mengangkut sampah, karena memang tak ada lagi job yang bisa mereka kerjakan. Kedua dari sisi penghasilan, tukang sampah menerima hanya untuk bertahan hidup. Karena sampah, ibu-ibu rumah tangga berkeberatan harus membayar lebih. Namanya juga sampah, untuk apa bayar mahal. Padahal yang ketiga, tukang sampah inilah yang harus membayar upeti kepada centeng-centeng yang menguasai lahan pembuangan sampah. Keempat para tukang sampah, apa boleh buat harus mau berbau-bau bekerja menyelesaikan sampah masyarakat. Padahal ada bau sampah satu plastik saja, di rumah manapun pasti sudah geger. Kelima jasa tukang sampah memang amat besar. Sebab merekalah yang mengurusi barang menjijikan yang tak mau diurus pemiliknya.Soal sampah memang jadi cermin. Sebuah karakter tengah dipertontonkan. Intinya kita tidak paham bagaimana sesungguhnya menangani sampah. Dari yang kecil kita bisa lihat. Di ruang ber-AC, sebagian masyarakat masih saja tetap merokok. Mereka tak mau tahun polusi sampahnya mengganggu orang lain. Puntung atau bungkus permen pun masih kerap dibuang seenaknya. Sampah-sampah di rumah harus keluar. Penghuni rumah tak mau tahu dimana sampah dibuang. Termasuk warga yang tinggal di pemukiman elit, juga tak perduli jika truk dan gerobak sampah memuntahkan isinya ke sungai, ke lapangan kosong, atau di manapun asal tidak di sekitar rumahnya. Maka hampir di mana-mana, selalu berserak yang namanya sampah. Malah di tempat-tempat penampungan, sampah selalu menggunung tumpah ruah. Cara penanganan sampah Jakarta, sedikit banyak ditiru kota lain. Cara di kota ini berimbas juga ke daerah yang lain. Karena tak tertangani secara serius dan baik, sampah dari yang kecil menjadi-jadi volumenya. Karena semua orang Indonesia memproduksi sampah, bukankah ini sampah bangsa namanya. Dari yang sederhana, akhirnya jadi kompleks dan strategis. Beda Sampah Orang Miskin &amp;amp; Orang KayaSemua orang memproduksi sampah. Dari produksi ini, kita dapat mengklasifikasi sampah sesuai kualitasnya. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sampah yang sama sekali tak bisa terpakai, kecuali untuk pupuk. Ada yang masih dimanfaatkan, yang nilainya tergantung kepandaian mengurai mana yang masih bisa digunakan. Ada juga sampah yang memang mutlak bisa digunakan seperti saat barang itu diluncurkan pertama kali. Dari klasifikasi fungsi sampah tersebut, ternyata hasilnya bisa menjelaskan status sosial masyarakat. Dari sampah ini, kita dapat bedakan mana sampah orang miskin, mana sampah kelas menangah dan mana sampah orang-orang kaya. Dari sekian perbedaan, intinya terletak pada sejauh mana sampah itu masih bisa didaur ulang dan digunakan. Maka sampah orang miskin, ternyata sama sekali tak lagi bisa dikonsumsi oleh orang lain. Sampah kelas menengah, relatif masih bisa didaur ulang dimanfaatkan pihak lain. Sedang sampah orang-orang kaya, barangnya cenderung mutlak bisa digunakan tanpa perlu diurai atau didaur ulang. Dalam membuang barang, orang kaya tak perlu menunggu sesuatu barang menjadi rusak. Bahkan dalam mengganti barang, alasan orang kaya bisa amat sederhana. Karena ada model baru yang lebih menarik, misalnya, barang pun diganti. Ada yang mengganti barang, karena ternyata ada orang lain yang pakai. Atau barang masih bagus sudah disisihkan karena alasannya sudah tak suka saja. Toko-toko penjual HP, banyak menampung beragam jenis HP bekas. Berbagai show room mobil, juga banyak dijejali mobil-mobil bekas. Bahkan di Jakarta ini ada outlet Barbeku (barang bekas berkualitas), yang menampung berbagai barang second hand. Artinya barang yang sudah tidak mau dipakai, bagi pemilik sesungguhnya merupakan sampah. Namun karena masih punya nilai jual, secara ekonomis barang-barang itu pun dijual. Uang yang mereka terima, mungkin hanya dipakai untuk tambah-tambahan atau habis di rumah-rumah makan. Bedakan dengan para penjualnya, yang memang berdagang dengan tak mengindahkan apakah baru atau bekas. Yang penting nilai jualnya baik, berarti masih ada orang yang siap membeli.Pakaian orang miskin, maaf aroma alami dari bau tubuhnya tentu beragam. Jika dibuang, siapa yang mau mengenakannya. Sekali lagi maafkan, mereka saja sudah enggan memakai, apakah masih tersisa orang lain yang mau mengenakannya? Berarti kondisi pakaian itu mungkin memang sudah hancur-hancuran. Bedakan dengan baju orang kaya. Kondisi pakaian orang kaya, dijamin masih layak pakai. Merk baju-bajunya bukan hanya menandakan selera dan kelasnya, melainkan juga kualitas kekuatannya terjamin baik. Lantas aroma wewangiannya, tentu masih melekat karena setiap dipakai disemprot minyak wangi. Bahkan kelompok artis, banyak yang memakai pakaian yang hanya dipakai satu kali saja saat manggung. Setelah itu dijual atau dilungsurkan kepada orang lain. Dan juga pasti ada orang kaya yang begitu tahu salah membeli, barang itu tak akan digunakan sekalipun. Maka beruntunglah orang-orang sekitarnya yang akan mendapat berbagai lungsuran barang.Tradisi Orang KalahDaur ulang sampah memang amat tergantung kondisi sampah. Mendaur ulang sampah dan menggunakannya, dalam kondisi darurat tidaklah mengapa. Tetapi jika daur ulang itu sudah jadi kebiasaan, masalahnya jadi lain. Hidup dengan selalu mendaur ulang sampah adalah persoalan serius. Itu mencerminkan sebuah jati diri. Bahwa daur ulang tak lepas dari kreativitas dan inovasi, tidaklah dapat dibantah. Tetapi mendaur ulang sampah, sejatinya merupakan kreativitas masyarakat kalah. Bicara masyarakat yang kalah definisinya beragam. Sebagai masyarakat yang kalah, predikat apapun yang diberikan tak bisa ditolak. Ditilik stratanya, masyarakat kalah adalah mereka yang fakir miskin. Mengapa jadi fakir dan miskin, jawabnya tentu bisa meluas. Ada faktor internal dan eksternal, sebagai dua hal yang saling mengait. Yang pasti mereka gagal memanfaatkan peluang dengan kekuatan yang dimilikinya. Karena gagal kini mereka lemah dalam segala hal. Atau karena lemah mereka jadi gagal total. Apapun penyebabnya, hidup mereka akhirnya tergantung pihak lain, tergantung kebaikan hati orang kaya dan amat tergantung kebijakan penguasa. Gagal memanfaatkan peluang, artinya tak bisa melihat potensi sumber daya. Baik dalam memanfaatkan sumber daya alam, maupun mencermati lingkungan sosial yang menawarkan banyak peluang usaha. Jikapun punya sumber daya, ternyata sumber daya itu diberikan pada pihak lain. Maka jika mereka punya lahan sawah dan kebun, berapa banyak petani yang jatuh dalam perangkap ijon dan tengkulak. Jika mereka punya lahan begitu luas, mengapa kini terpetak-petak dan sebagian besar telah berubah kepemilikan. Jika mereka datang ke pasar membawa dagangan, mengapa uang yang dibawa pulang tak bisa menjajikan masa depan. Dalam hal ini memang ada faktor eksternal di luar jangkauan nalar kalangan rakyat jelata. Tak bisa mengelola sumber daya, bukankah ini juga yang terjadi di pemerintahan. Di luar negeri, jarang sekali ada negara yang memiliki minyak dan gas sekaligus. Rata-rata jika punya minyak, mereka tak punya gas. Jika punya gas, berarti tak ada minyak. Hanya Indonesia, sedikit negara yang punya sekaligus minyak dan gas. Bahkan dalam hal minyak, Indonesia punya tiga jenis minyak. Di bawah tanah ada minyak bumi, di atas tanah ada minyak sawit dan minyak kelapa. Namun sederas-derasnya minyak itu didulang, tak juga bisa mensejahterakan rakyat. Malah berapa banyak rakyat di sekitar daerah pengolahan minyak bumi, hanya jadi penonton kemewahan orang-orang asing dan pekerja lain yang hilir mudik di situ.Antara rakyat dan pemerintah, ternyata sama-sama tak bisa mengelola sumber daya. Rakyat jadi makin miskin karena menjuali apa yang dimiliki. Pemerintah juga tak bisa apa-apa saat Exxon tak mau menjual gas pada PIM di Lhokseumawe Aceh. Bedanya kemiskinan rakyat terlihat kasat mata, sedang pejabat pemerintah tak tampak miskinnya karena masih punya fasilitas. Rakyat tak lagi menyisakan harta buat anak-anak mereka, sedang pemerintah telah mewariskan generasi mendatang dengan utang, yang di tahun 2005 ini mencapai Rp 1.600 triliun. Rakyat memang bodoh hingga jadi miskin, sementara bukankah banyak orang pintar di pemerintahan. Karena bodoh rakyat tak mungkin menjual keluarga. Namun apa mungkin karena banyak orang pintar maka negara pun bisa dijual.Rakyat miskin memang akhirnya hidup dari mengkreasi sampah. Tetapi mengapa kreasi dari sampah ini dituruti kalangan yang mampu. Pakaian bekas dari Taiwan dan Korsel membanjiri Indonesia. Lalu ban-ban bekas menyusul. Jok bekas, mesin bekas hingga mobil bekas pun banjir di Indonesia. Malah perusahaan air mineral raksasa di Indonesia, juga menggunakan truk-truk bekas. Ciri truk bekas luar negeri itu, panjangnya melebihi panjang truk lokal. Body belakang terbuat dari alumunium. Sedang tulisan berhuruf Cina Mandarin masih tegas terbaca. Aneh, ironis, menarik dan bingung campur aduk di benak kepala menyaksikan truk-truk ini. Pemerintah DKI membeli truk baru untuk mengangkut sampah. Sedang berbagai perusahaan membeli truk-truk bekas untuk mengangkut dagangannya. Rakyat miskin menggali pasir di sungai, untuk menyambung hidup. Sedang beberapa perusahaan besar berbisnis pasir ke Singapura. Para penggali pasir di sungai tak pernah terpikir menjual sungai, sedang perusahaan penggali pasir telah menenggelamkan beberapa pulau. Dari uraian di atas, rakyat dan pejabat ternyata punya kemampuan serupa, yakni tak bisa mengelola sumber daya. Tak mampu mengelola sumber daya adalah ciri orang yang kalah. Tak mampu dan kalah, bukankah sesuatu yang tercampakkan. Sesuatu yang tercampakkan, bukankah itu sampah. Maka astagfirullah berlebihankan jika bangsa kita dikatakan BANGSA SAMPAH. Kenapa? Karena kita tak cakap mengelola anugerah Allah swt. Sumber daya dieksplorasi asing. Pasir digali untuk menambah pantai di Singapura. BUMN dijual. Hutan ditebasi yang kayunya diekspor legal atau tidak dalam bentuk gelondongan. Karena tak mampu mengelola sumber daya seperti itu, bukankah tindakan kita yang katanya membangun, jelas-jelas memiskinkan bangsa. Berpuluh-puluh tahun punya industri mobil, tapi tak juga ada made in Indonesia. Sejarah Indonesia memang penuh air mata. Tapi kita tak perlu mengusap air mata sejarah. Biarkan itu berlalu, asal kita sungguh-sungguh mau berbenah. Namun masih adakah orang-orang yang memang terpanggil, melihat ibu pertiwi semakin hancur dan tenggelam. Dua ratus juta orang yang mengaku bangsa Indonesia. Tidakkah ada sekelompok orang yang tergugah untuk menyelamatkan bangsa. Wah... kata-kata ini amat heroik, yang pasti akan ditertawakan oleh BANGSA SAMPAH.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-8454046022860405556?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/8454046022860405556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=8454046022860405556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8454046022860405556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8454046022860405556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/sampah-dan-bangsa-sampah.html' title='Sampah dan Bangsa Sampah'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-4241935853346847846</id><published>2008-03-07T21:49:00.000-08:00</published><updated>2008-05-04T22:35:10.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Ada Minah Di balik sampah</title><content type='html'>Kalau Anda buang sampah, ingatlah Minah. Pemulung ini membuktikan, tak ada yang sia-sia dengan semua ciptaan-Nya. Termasuk sampah domestik seperti yang ditendang dari rumah Anda itu. Dari hasil penjualan sampah yang dipulungnya, Minah bertahan hidup bersama 2 anak dan suaminya.Tiap usai subuh, Minah (35) yang warga Parung, Bogor, melayani keperluan suami dan anak pertamanya yang kelas 3 SD. Lalu dia naikkan Sendi (3), anak nomor dua, ke gerobak sampah yang menjadi ‘’kendaraan dinas’’-nya. Minah pun kemudian berangkat ngampung. Memungut buangan dari bak-bak sampah di perumahan sekitar desa, dalam radius sampai 5 kilometer.‘’Maaf ya, kotor dan bau,’’ ujar Minah saat dicegat dalam perjalanan. Karena itu, Minah jengah didekati. Tampak si Sendi duduk diam dalam gerobak penuh rongsokan yang didorong emaknya. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar-sebentar bocah itu menggaruk pantatnya. ‘’Dulu bokongnya kesiram sayur panas. Sekarang bekas lukanya suka gatal-gatal,’’ Minar menerangkan kelakuan anaknya.Minah menuturkan, sampah yang dia cari adalah tembaga, besi, koran, kardus, plastik, dan beling. Setiap sore, hasil buruannya dia pilah-pilah di rumah, lalu ditimbun. Setelah genap seminggu, timbunan akan dijemput oleh mobil pemulung besar. Minah pun terima bayaran.‘’Kertas koran 700 perkilo, kardus 600, plastik 500, besi dan beling 200,’’ dengan fasih Minah membeberkan harga jual barang pulung. ‘’Paling mahal tembaga, 45 ribu sekilo. Tapi sekarang susah nyari tembaga buangan,’’ Minah nyengir. Dalam sebulan, wanita yang kakinya kerap keseleo ini paling banter bisa memperoleh hasil keringat Rp 300.000. Tiap pekan, begitu menerima bayaran duitnya langsung tandas buat melunasi utang ke warung. Dengan demikian dia boleh ngebon lagi, yang akan dilunasi seminggu berikutnya.Keperluan di luar urusan ganjal perut, buat Minah sekeluarga adalah kemewahan. Bahkan sakit yang mengharuskan berobat ke dokter serasa kiamat kecil bagi mereka. Minah tak bisa berharap banyak pada suaminya yang pengojek.Sudah beberapa tahun Minah meniti takdirnya. Ia tak sempat berpikir, apalagi merencanakan, kelak bagaimana masa depan anak-anaknya. Minah hanya tahu, setiap hari dia musti mengenyangkan perut mereka. Biar didapat dari hasil jualan barang kotor dan bau, yang penting halal. ‘’’Kali aja kalau kita kasih makan yang halal entar anak kita jadi bener,” Minah menirukan petuah Ustadzah. (Widya- DSNI- Batam/Dompet Dhuafa)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-4241935853346847846?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/4241935853346847846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=4241935853346847846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4241935853346847846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/4241935853346847846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/ada-minah-di-balik-sampah.html' title='Ada Minah Di balik sampah'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5167938634499812242</id><published>2008-03-07T21:47:00.000-08:00</published><updated>2008-05-04T22:37:04.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Drama Kemiskinan</title><content type='html'>Masihkah benak kita terganggu dengan nestapa Sugiharti (28). Seorang ibu satu anak yang digunduli tat kala tertangkap aparat Trantib karena menjadi joki3 in 1. Batin wanita itu hanya mampu menjerit saat anaknya yang baru berumur tiga tahun menatap tak berdaya ibunya yang diperlakukan kasar. Sugiharti yang tak sekaya namanya (sugih/kaya) menjadi korban betapa kejam kemiskinan merajam. Pun, ia korban kebijakan yang tidak pernah berpihak pada masyarakat lemah.Sugiharti tumbal hukum yang coba ditegakkan. Orang miskin ini tameng penyelamat bagi orang kaya yang ingin cari selamat. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ibarat mainan bagi kalangan berduit yang begitu mudah melihat kesulitan Sugiharti hanya dengan imbalan Rp 5000. Demi uang itu, ia musti menukar dengan harga diri dibotaki. Menoreh dendam di hati anaknya dan dijebloskan enam hari di Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat. Saat 3 in 1 digagas, niatnya untuk mengurangi kemacetan Ibu Kota. Agar orang kaya yang mobilnya lebih dari satu dapat mengerem diri dengan memanfaatkan angkutan umum misalnya. Namun, tak hendak menghakimi 3 in 1-nya Bang Yos. Yang oleh Editorial Media Indonesia dikatakan, pekerjaan joki 3 in 1 juga tercipta justru karena ketidakcerdasan pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Penerapan 3 in 1 jelas tidak efektif untuk mengatasi kemacetan. Itu solusi yang salah, tetapi terus dipertahankan, bahkan ditambah dari semula hanya berlaku pagi hari menjadi juga diterapkan di petang hari.Kisah Sugiharti cermin budaya memberi yang kerap tak tepat dilakukan. Cara membantu yang malah mencelakakan. Adap seperti tak dianggap, seolah orang miskin seperti Sugiharti keruwetan hidupnya rampung dengan sedekah seperak. Cara tak bermartabat memberi pada orang miskin memang tak dihiraukan. Selama tangan ditengadahkan dan recehan jatuh ke telapak tangannya ia tak peduli apakah orang memberinya dengan hati apa cibiran. Masa bodoh, yang penting malam hari perut tidak keroncongan dan anak tidak jejeritan karena lapar.Budaya memberi yang kurang maruf ini juga tercermin saat pembagian dana kompensasi BBM. Untuk memperoleh dana itu orang miskin seakan wajib bekerja gigih dulu. Berebut antrian, berdesakan hingga ada seorang kakek yang meninggal. Seorang nenek pingsan, dan sebagian lainnya saling berinjak kaki. Belum lagi aksi anarki yang menyertai. Dari kepala desa dipukuli sampai tetangga tak bertegur sapa karena tak dapat sama rata. Maka tak salah jika ada plesetan BLT itu, Bantuan Langsung Tukaran (bertengkar).Pada bagian lain. Kita kerap menyukai paradoks. Mata kita gemar menonton di layar televisi saat orang miskin tiba-tiba ketiban rezeki. Seorang ibu dengan kakinya yang kurang sempurna hingga terseok saat jalan, menjadi tontonan menegangkan. Dalam jatah waktu yang ditentukan. Ia musti menghabiskan uang Rp 10 juta yang diterimanya dengan terbelalak. Yang tiba-tiba tida angin tiada hujan, uang itu ada digenggamanya. Namun, untuk menghabiskan uang itu, ia berpacu dengan waktu, berlari sekencang mungkin. Karena waktu yang diatur dan kegugupan oleh uang segepok, Ibu itu tak sempat berpikir jernih. Maka ia menyuguhkan dagelan tanpa sadar. Penonton tertawa, gemas, juga kesal kenapa dia tidak cerdas membelanjakan uang. Ia membeli kulkas padahal di rumahnya tak ada listrik. Ia berbelanja HP meski tak pernah tahu bagaimana memakainya. Ia mencoba membeli seperti apa yang orang kaya punya. Penonton dibuat gemas. Keringatnya yang bercucuran, nafasnya yang tersengal-sengal di close up untuk membetot simpati. Seolah di sebelah rumah kita sudah langka orang-orang miskin seperti wanita itu.Jika demikian, kemiskinan bisa dikata drama hidup. Karena drama, alurnya tak boleh putus. Untuk itu, orang miskin seperti makin dipersulit. Tambah sulit sepertinya makin estetik. Hmm…, padahal apa susahnya memberi apa yang memang menjadi hak orang miskin. Tanpa harus merampas hak azasinya untuk terhormat dan bermartabat. Arsa Wening &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5167938634499812242?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5167938634499812242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5167938634499812242&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5167938634499812242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5167938634499812242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/drama-kemiskinan.html' title='Drama Kemiskinan'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-2518585867580829496</id><published>2008-03-07T20:53:00.000-08:00</published><updated>2008-03-07T21:16:44.746-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Zakat'/><title type='text'>Zakat Kita</title><content type='html'>33.3 Persen Min 2.5 Persen&lt;br /&gt; PERINTAH berzakat - salah satu rukun Islam – tertera secara gamblang pada banyak ayat Al Qur’an. maupun hadits Nabi. Khalifah Abu Bakar sampai memerangi kaum yang enggan berzakat. Islam sangat serius menyikapi zakat. Kini juga kian banyak lembaga yang serius menggalang dan mengelola zakat demi mengoptimalkan zakat sebagai pengentas kemiskinan, kebodohan dan sederet permasalahan umat. Besaran zakat, khususnya zakat harta yang 2.5 persen, sejatinya amat kecil dibanding total pendapatan kita, karena masih tersisa 97.5 persen lagi. Tarif zakat jauh di bawah pajak (pajak progresif individu antara 5 persen sampai dengan 35 persen; pajak badan usaha, 10 persen sampai dengan 30 persen). Anggaplah seorang karyawan bergaji 5 juta rupiah, maka dia hanya wajib berzakat sebesar 125 ribu rupiah, nominal yang sangat kecil, tak lebih mahal dari sepotong t-shirt bermerk. Di masa sahabat Nabi, selain ciri kesalihan spiritual, ditandai punya dengan kesalihan sosial. Generasi awal Islam seperti Abu Bakar ikhlas menginfakkan seluruh hartanya; Umar menginfakkan separoh hartanya;&lt;br /&gt;lalu Ustman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan lain-lain yang tak kalah hebat dalam berinfak. Mereka, jawara-jawara infak yang tak puas sebatas berzakat 2.5 persen. Kebanyakan orang dengan kedermawanan tinggi bertanya, masa zakat hanya 2.5 persen? Mereka merasa belum cukup menebus cinta Allah dan Rasul-Nya hanya dengan 2.5 persen dari pendapatan mereka. Mereka faham benar makna surat Ali Imran ayat 92:” Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”&lt;br /&gt;Kendati begitu, toh, didasari kecintaan kepada umatnya, Rasulullah membatasi besaran infak maksimal 1/3 harta atau sekitar 33.3 persen. Nilai ini bagi masyarakat sekarang sangat fenomenal, mungkin sedikit sekali yang sanggup mengeluarkan 33.3 persen dari hartanya di jalan Allah. Ini angka maksimal, tak apa berinfak kurang dari itu. Namun, ini&lt;br /&gt;peluang bagi pendamba cinta Sang Khalik. Usai tunaikan zakat 2.5 persen, susul dengan amal ibadah maaliyah lain sebesar ”33.3 persen min 2.5 persen”, atau 30.8 persen. Salah satu yang disyariatkan- Nya, wakaf, atau shadaqah jariyah: amal ibadah harta yang pahalanya mengalir abadi dan manfaatnya terus dapat dirasakan oleh mauquf alaih (penerima manfaat wakaf).&lt;br /&gt; Menggeser 2.5 persen menuju 33.3 persen, bukan perkara gampang. Perlu ikhtiar optimal mentransfer kebajikan ke seluruh lapisan masyarakat. Menikmati harta benda untuk diri sendiri, itu biasa, rela melepaskan harta yang dicintai untuk orang lain, itu luar biasa. (Herman Budianto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-2518585867580829496?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/2518585867580829496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=2518585867580829496&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2518585867580829496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/2518585867580829496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/zakat-kita.html' title='Zakat Kita'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-8856133061364288</id><published>2008-03-01T01:58:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T02:00:17.852-08:00</updated><title type='text'>PAGI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffccff;"&gt;Rosulullah SAW bersabda : “ Umat ku diberkahi pada waktu paginya ( HR Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah langkah untuk menggapai kekuatan dan mendapat berkah di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tariklah nafas dalam-dalam dan hembuskanlah perlahan-lahan. Lihatlah keluar, pandanglah alam yang masih sunyi dan bergeliat menandakan kehidupan. Tak ada keheningan yang lebih menghidupkan dari pada keheningan pagi. Saat dunia tampak seperti surga. Udara pagi itu segar luar biasa, karena pemandangan pagi begitu menakjubkan. Bangunlah di pagi hari, sisa bulan semalam yang menjadi pucat dan tergeser sinar pagi yang semburat. Bintang gemintang lengser karena langit perlahan-lahan telah menjadi terang. Lihat lah hewanhewan sisa malam kembali ke sarangnya, dan melihat hewan-hewan siang bergerak. Sebuah arus bolak balik yang menakjubkan hati. Pergerakan alam yang berlangsung serempak dalam jumlah yang tak terhingga. Lalu sinar matahari keemasan terpantul dari pepohonan dan lembar demi lembar daun. Pemandangan ini membuat kehidupan begitu berharga. Dekaplah detik-detik keheningan pagi itu. Jangan terlambat memperoleh rahmat Allah SWT pada waktu pagi. Allah SWT membukakan pintu rahmatnya yang luas pada pagi hari hingga terbitnya matahari, seperti lipatan pahala yang banyak, diampunkannya dosa yang lebih banyak dari buih di laut dan terhindar dari jilatan api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi adalah bagian dari waktu-waktu Allah yang terus berputar, ia juga ungkapan yang sangat lekat dengan kesegara, keceriaan, semangat dan hidup baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memuji keistimewaan pagi dengan firmannya : “ Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing” (QS Attakwir : 18 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu pagi adalah sebuah keniscayaan, tetapi mengambil manfaat dari keistimewaannya adalah sesuatu yang harus diupayakan, dengan cara bangun lebih pagi dan mengintip apa saja kebaikan-kebaikan yang dapat kita petik di pagi itu. Suatu pagi juga bisa mengubah hidup kita karena dia adalah wadah pembentukan, disanalah garis edar kita, tumbuh dan menjadi dewasa.  Pagi adalah symbol permulaan dan perubahan, kepada dan terhadap apa saja, termasuk babak-babak kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Pagi tak pernah berubah, yang berubah adalah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi seperti tak pernah bosan menyapa kita, kala kita sakit, bersedih, berduka atau sedang berduka cita, pagi selalu datang dengan berjuta optimisme dan harapan. Hingga sekarang kita tidak bisa menghitung sudah berapa kali pagi telah menjumpai kita, suasananya tak pernah berubah, pagi yang dulu tetap seperti pagi yang sekarang, penuh dengan kesejukan dan kesegaran, tanpa kita sadari, ternyata pagi telah mengantarkan kita pada usia yang sekarang. Terkadang kita kurang peduli dengan bilangan hari, kita kerap menghitung usia kita melalui hitungan tahun, padahal hari demi hari adalah rahasia nilai hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisikanlah jiwa dan hati seolah menyertai berbagai kehidupan diwaktu pagi. Sambutlah kehadiran pagi, bersiaplah untuk berada dalam kondisi taat kepada Allah  saat datang pagi. Sapalah orang-orang yang kita cintai di waktu pagi. Tataplah hati dengan sepenuh harapan, semangat, gairah dan kehendak baru.&lt;br /&gt;Berusahalah terus, bekerjalah, sebab disana ada sebagian dari nafas ibadah kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widya file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-8856133061364288?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/8856133061364288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=8856133061364288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8856133061364288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/8856133061364288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/pagi.html' title='PAGI'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-5524083222958770920</id><published>2008-03-01T01:52:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T01:57:34.978-08:00</updated><title type='text'>Memilih Hidup yang Hanya Sekali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;Di depan mata kita, di hamparan belantara dunia yang terus berumur, ada beribu jalan hidup. Dalam keseluruhan jalan itu manusia berjalan mengisi hari-harinya. Ada yang memilih jalan yang benar. Ada juga memilih jalan yang salah. Semua pilihan ada di tangan kita. Pilihan hiduplah yang akan menentukan baik atau salah. Dengan menentukan pilihan, berarti kita sudah menentukan garis kehidupan kita. Begitupun ketika kita memilih seseorang yang akan menemani dan mewarnai kehidupan kita. Setiap kita memang perlu teman hidup. Dalam pengertian yang sangat luas. Teman dalam arti pasangan hidup, teman dalam arti sahabat, teman dalam arti tetangga, dan teman dilingkungan tempat kita bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan-keputusan kita memilih keseluruhan teman hidup itu, mendapatkan perhatian besar dalam islam. Rosulullah memerintahkan seseorang memilih calon pasangan suami atau istri yang baik. Ini tentu tidak sekedar urusan kehormatan. Tapi juga merupakan keputusan penting bagi masa depan generasi berikutnya. Tidak ada yang memungkiri, bahwa kebersamaan manusia dengan sesamanya melahirkan proses saling mewarnai, saling mempengaruhi dan saling membentuk kepribadian diri. Dalam bahasa Rosulullah “ seseorang itu tergantung bagaimana agama temannya.” Memilih teman dalam arti yang seluas-luasnya adalah pilihan yang menjadi tanggung jawab kita di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memilih teman, kita juga dapat memilih profesi kita. Namun sebuah profesi tidak sekedar alat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tempat kita menyambung detak-detak nafas. Menumbuhkan daging dan tulang belulang. Tapi profesi adalah sebuah pilihan secara sadar tentang apakah kita menjadi khalifah Allah di muka bumi atau tidak. Pilihan-pilhan profesi yang salah tidak selamanya karena menjadi korban. Tapi banyak yang merupakan secara sadar dan sepenuh hati, untuk memilih profesi yang buruk dan jahat. Seorang mukmin memandang pilihan profesinya tak sesederhana itu. Bila profesi itu dilihat dari sudut jalan rezeki, maka profesi adalah pilihan untuk memakan yang halal atau yang haram. Bila dilihat dari sudut sosial, profesi adalah pilihan untuk memberi manfaat kepada sesama atau justru merusak sesama. Bila dilihat dari sudut akhirat, profesi adalah pilihan untuk mengantarkan diri kita ke surga atau ke neraka. Profesi adalah pilihan yang serius. tak sekedar orang bisa makan atau tidak bisa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang harus kita pilih dalam hidup ini. Tidak hanya soal teman hidup dan profesi. Tetapi setiap langkah kaki yang kita ayunkan adalah keputusan atas sebuah pilihan. Hendak kemana dan hendak apa. Setiap ucapan yang kita lontarkan adalah keputusan atas sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan memang sebuah bentangan jalan yang akan berakhir. Kematian pasti terjadi siapapun kita, seluas apapun milik kita, sebesar apapun jabatan kita, sekuat apapun milik kita. Begitu mahalnya nilai hidup. Karena itu, setiap orang harus memberi pilihan yang tepat untuk mengisi hidup. Pilihan dalam hiduplah yang menentukan siapa kita pilihan hidup juga yang akan menentukan seluruh akibat yang harus kita jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang mukmin, memilih adalah konsekuensi keimanan. Seperti ketika ia mendeklarasikan kalimat tauhid “Tidak ada Tuhan selain Allah”, dan Nabi Muhammad itu utusan Allah.” Maka di pusat pusaran itulah pilihan-pilihan hidupnya akan menuju. Lalu kita akan menyaksikan bagaimana sosok manusia-manusia yang berjalan gesit di muka bumi, menyeka peluh kelelahan dengan air kesabaran., dan menikmati kuntum karunia dengan senyum syukur dan pengharapan. Seorang mukmin, semestinya mengerti apa dan mengapa ia memilih jalan hidupnya. Ia mengerti pula atas tanggung jawab semua pilihannya. (wid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-5524083222958770920?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/5524083222958770920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=5524083222958770920&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5524083222958770920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/5524083222958770920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/03/memilih-hidup-yang-hanya-sekali.html' title='Memilih Hidup yang Hanya Sekali'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3380419541098517193.post-845344869650882154</id><published>2008-02-29T21:44:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T21:53:42.269-08:00</updated><title type='text'>Berbicara di Depan Publik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Salah satu hal yang paling kita takuti baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional kita adalah ketika kita harus berbicara di depan banyak orang, baik untuk acara sosial, seminar, kuliah, presentasi bisnis, pidato perpisahan, bahkan dalam acara reuni sekolah yang sebagian besar hadirin telah kita kenal dengan baik. Berbicara di depan publik bagi sebagian besar kita adalah sesuatu yang menegangkan dan menakutkan, seakan seluruh mata para hadirin sedang menghakimi kita. Kita seakan-akan menjadi terdakwa yang sedang diadili oleh para hadirin. **Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel  Berbicara di depan publik, suka atau tidak merupakan keterampilan yang harus kita kuasai, karena pada suatu saat dalam kehidupan kita, pastilah kita harus berbicara di hadapan sejumlah orang untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, tanggapan atau pendapat kita tentang sesuatu hal yang kita yakini. Hal yang sederhana misalnya kita harus berbicara di depan para tamu pada acara ulang tahun anak kita atau hal yang menentukan karier kita seperti mempresentasikan proposal proyek atau tentang produk kita di hadapan sejumlah mitra bisnis atau calon pembeli. Lima UnsurBerbicara di depan publik merupakan salah satu seni berkomunikasi. Dalam edisi Mandiri ke-38 kita telah membahas topik komunikasi. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya dalam edisi tersebut, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau medium), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback).  Hukum KomunikasiSelain itu kita juga telah membahas 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kita rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble), yang berarti merengkuh atau meraih. Karena kita berkeyakinan bahwa komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. Berikut kami uraikan kembali kelima hukum komunikasi efektif tersebut dalam konteks dan sebagai fondasi bagi kita untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Hukum pertama dalam berkomunikasi secara efektif, khususnya dalam berbicara di depan publik adalah sikap hormat dan sikap menghargai terhadap khalayak atau hadirin. Hal ini merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain, termasuk berbicara di depan publik. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai hadirin kita. Kita harus ingat bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan orang tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Hukum kedua adalah empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita harus terlebih dulu memahami latar belakang, golongan, lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat, harapan dan sebagainya, dari calon hadirin (audiences) kita. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita perlu siap untuk menerima masukan atau umpan balik dengan sikap positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Hukum ketiga adalah audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible dalam hal ini berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui medium atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (clarity). Selain bahwa pesan harus dapat diterima dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin, akan membuat pidato atau presentasi kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity dalam public speaking, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan dalam presentasi atau pembicaraannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Hukum kelima dalam komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara di depan publik. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respon yang positif dari publik pendengar kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelima hukum komunikasi tersebut sangat penting untuk menjadi dasar dalam melakukan pembicaraan di depan publik. Berikut adalah beberapa tips atau kiat-kiat untuk public speaking yang kami adaptasi dari buku Say It Like Shakespeare, karangan Thomas Leech.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PersiapanHal yang paling penting dalam persiapan kita untuk berbicara di depan publik adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut dan emosi kita. Bahkan banyak pakar komunikasi yang mengatakan bahwa persiapan mental jauh lebih penting daripada persiapan materi atau bahan pembicaraan. Meskipun demikian, persiapan materi juga sangat mempengaruhi kesiapan mental kita. Kesiapan mental yang positif merupakan syarat mutlak bagi kita dalam berbicara di depan publik. Pastikan juga bahwa anda beristirahat dan tidur yang cukup menjelang waktu anda berbicara di depan publik dan majulah dengan sikap optimis dan sukses. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan pesan kepada publik:Kualitas suara kita merupakan faktor kunci yang menentukan apakah hadirin memperhatikan kita maupun pesan yang kita sampaikan. Pastikan bahwa suara anda cukup keras dan jelas terdengar bahkan oleh hadirin yang duduk paling jauh dari anda sekalipun. Jika tersedia, selalu gunakan pengeras suara (loudspeaker), meskipun anda merasa suara anda sudah cukup keras. Cobalah dengan berlatih mendengarkan suara anda sendiri. Caranya dengan menutup mata, berbicaralah, kemudian perhatikan kualitas, kekuatan dan kejelasan suara anda. Suara kita merupakan aset kita yang paling berharga dalam berkomunikasi secara lisan. Oleh karena itu memelihara kualitas suara dan berlatih secara kontinu merupakan keharusan jika kita ingin menjadi pembicara publik yang sukses. Jika suara kita kurang bagus dan sumbang, kita dapat mencari pelatih suara profesional atau mengikuti kursus atau pendidikan (seperti misalnya di Institut Kesenian Jakarta) untuk meningkatkan kualitas suara kita. Apalagi misalnya anda bercita-cita jadi presenter, pembicara publik, MC dan sebagainya. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas suara anda. Bahasa dan kata-kata yang kita gunakan merupakan faktor kunci lain yang menentukan kemampuan komunikasi kita. Bahasa yang baik dan tepat dapat membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas presentasi atau pembicaraan kita. Oleh karena itu perlu sekali bagi kita untuk memperhatikan kata-kata dan bahasa yang kita pilih. Pikirkanlah kata-kata yang akan anda gunakan, karena kemampuan berbahasa yang buruk akan tercermin pada kualitas penyampaian pesan kita. Hindari menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti: apa itu ?.. apa namanya?ehm?.you know?. dll. Jangan mengucapkan kata-kata: maaf?..Jika anda salah mengucap, cukup anda ulangi sekali lagi kalimat tersebut dengan benar.Penampilan adalah kesan pertama. Jadi kita harus pastikan bahwa pada saat kita maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens kita memperoleh kesan yang baik terhadap kita. Pastikan bahwa penampilan kita membawa pesan yang positif, dan kita kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para hadirin lainnya. Komunikasi Non-verbalYang dimaksud dengan komunikasi non-verbal adalah: kontak mata, ekspresi wajah, penampilan fisik, nada suara, gerakan tubuh, pakaian dan aksesoris yang kita gunakan ? semuanya memberikan efek atau pengaruh yang cukup besar terhadap penyampaian pesan kita. Para hadirin akan kebingungan ketika bahasa tubuh kita misalnya berbeda dengan bahasa verbal yang kita ucapkan. Biarkan tubuh kita berkomunikasi juga dengan audiens kita. Bahasa tubuh kita sebagai pembicara atau pengirim pesan dan bahasa tubuh pendengar atau audiens kita dapat membantu atau menghalangi proses komunikasi. Jika hadirin duduk dengan sikap seperti mau tidur atau menunjukkan wajah bosan, berarti kita harus mengubah suasana atau cara kita menyampaikan pesan. Persiapan MentalDalam membangun kesiapan mental kita dalam berbicara di depan publik, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengurangi ketegangan fisik dengan cara melakukan senam ringan (stretching). Karena kita tidak dapat menurunkan ketegangan mental sebelum kita mengendorkan otot-otot tubuh kita yang tegang. Seperti yang dikatakan oleh psikolog Amerika yang terkenal Dr. Richard Gillett, ?It is almost impossible to go into alpha without considerable muscular relaxation.? Hampir tidak mungkin masuk ke kondisi alpha (kondisi gelombang otak atau mental yang relaks) tanpa mengendorkan otot-otot tubuh. Biasanya saya memegang ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama sepuluh detik. Kemudian tarik napas yang panjang dan dalam, tahan beberapa detik, kemudian keluarkan napas pelan-pelan. Selanjutnya anda bisa batuk sekali atau minum segelas air putih untuk mempersiapkan vokal anda. Cara lain yang efektif untuk membangun kesiapan mental adalah dengan datang ke tempat pertemuan lebih awal. Dengan demikian kita dapat mengetahui suasana dan keadaan terlebih dahulu. Selanjutnya kita bisa mencari dukungan (back up support) dari orang-orang yang kita kenal maupun kenalan baru serta dari mereka yang mengharapkan kita sukses dalam presentasi nantinya. Mengobrollah dengan mereka sebelum presentasi dimulai. Berikut adalah beberapa prinsip dalam mempersiapkan mental kita sebelum berbicara di depan publik: 1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh jika anda tidak melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi atau penyampaian anda. Jadi tenang dan relaks saja.2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audiens anda akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.4. Kita harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah.5. Kita tidak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara publik. Tujuan kita adalah menyampaikan pesan (message) kita kepada hadirin.6. Kita tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.7. Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.  Siapkan PesannyaDalam mempersiapkan public speaking, selain persiapan mental, persiapan materi juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena kesiapan materi atau pesan yang akan kita sampaikan akan sangat mempengaruhi kesiapan kita secara mental. Hal yang paling penting adalah kesiapan pendengar atau audiens untuk menerima pesan kita. Biasanya kita harus menyampaikan pokok-pokok pemikiran atau ringkasan dari apa yang mau kita sampaikan sehingga audiens juga memiliki kesiapan mental untuk menerima pesan tersebut. Paling tidak agenda atau outline bahan pembicaraan kita sudah jauh-jauh hari kita sampaikan terlebih dulu.Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan kita sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kita juga perlu memperoleh informasi tentang audiens kita, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga kita bisa empati (ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens kita. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam mengembangkan topik atau materi:1. Perkayalah topik dan bacaan yang telah kita lakukan dengan hal yang uptodate dan riil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman kita, maupun pengalaman orang lain adalah bahan yang menarik untuk kita angkat.2. Hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus, menimbulkan keragu-raguan atau melebihi jadwal waktu yang tersedia untuk kita. Kemudian kita tetapkan terlebih dulu apa tujuan atau sasaran kita. Apa yang menjadi tujuan seminar, rapat, kuliah atau pertemuan ini? Apa yang menjadi harapan panitia, kita sebagai pembicara dan seluruh hadirin yang ada? Penetapan tujuan ini sangat berkaitan dengan informasi yang kita dapatkan mengenai pendengar atau hadirin kita, apa yang menjadi tujuan dan harapan mereka? Dapatkan umpan balik dari teman-teman anda atau mereka yang ahli dalam bidang yang akan kita presentasikan.Setelah itu kemudian barulah kita susun peta pemikiran dari topik yang dipilih. Mengenai teknik pemetaan pemikiran pernah kita sampaikan pada edisi Mandiri 40. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda. Setelah itu buatlah agenda, outline atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan kita sampaikan. Sisipkan anekdot, kuis, cerita ilustrasi, games, dan latihan-latihan untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk. Persiapan tersebut termasuk menyusun makalah, powerpoint presentation, transparent sheets, handouts, video presentation, dan sebagainya sebagai materi utama presentasi anda. Ingat pada saat presentasi jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama anda. Berbicaralah seakan anda sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin anda memproyeksikan pembicaraan anda ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin. Alat Bantu VisualUntuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan (hukum ketiga audible), kita harus menguasai kegunaan dan penggunaan alat bantu visual seperti misalnya slide, overhead projector, LCD (infocus) projector yang langsung dihubungkan dengan komputer atau notebook anda. Sebagian besar orang lebih mudah menangkap informasi yang berupa gambaran visual daripada mendengarkan. Apalagi jika kita menggunakan data-data numerikal, akan lebih menarik jika disajikan dalam bentuk grafik, tabel atau bagan warna-warni. Anda bisa menggunakan software tertentu misalnya powerpoint, untuk menggabungkan pointers anda dengan suara, foto, clip art, animasi, dan video dalam satu file presentasi. Kemampuan menggunakan alat bantu visual ini akan memberikan kesan pertama kepada audience bahwa kita siap melakukan presentasi.Tetapi sekali lagi jangan terfokus pada alat bantu tersebut. Apalagi jika terjadi kesalahan atau gangguan teknis, anda harus selalu siap dengan cara presentasi yang langsung tanpa alat bantu. Atau sebaiknya ada teknisi yang siap untuk mengatasi gangguan teknis tersebut. Jangan sampai gara-gara alat bantu visual, anda kehilangan momentum untuk menyampaikan topik atau materi presentasi anda.Jadi dalam penyampaian pesan kepada publik, baik berupa pertanyaan, pidato, kuliah, seminar, sepatah kata, yang paling penting bagi kita adalah bahwa pesan kita dapat tersampaikan kepada penerima pesan dengan baik dan jelas. Berbicara di depan publik bukan ujian atau pun pengadilan untuk mengadili penampilan, kecerdasan, kecantikan atau pun keluasan pengetahuan kita. It is simply a process of conveying your message to the targetted audiences ? nothing more nothing less.n&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;salam manis&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3380419541098517193-845344869650882154?l=widya2008.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widya2008.blogspot.com/feeds/845344869650882154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3380419541098517193&amp;postID=845344869650882154&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/845344869650882154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3380419541098517193/posts/default/845344869650882154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widya2008.blogspot.com/2008/02/berbicara-di-depan-publik.html' title='Berbicara di Depan Publik'/><author><name>Hatiku Bicara Tanganku Menulis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04381788396991588017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
